Hari Kesaktian Pancasila, Fadly Agus Mante: Jangan Jadikan Pancasila Sebagai Simbol Pajangan

  • Whatsapp
Hari Kesaktian Pancasila, Fadly Agus Mante: Jangan Jadikan Pancasila Sebagai Simbol Pajangan
Ketua Pemuda Pancasila Parepare, Fadly Agus Mante (kiri) bersama kader gelar Nobar Film G30S/PKI

PAREPARE, UPEKS.co.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pemuda Pancasila Parepare menyelenggarakan nonton bareng (Nobar) film Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) pada Kamis malam kemarin.

Penayangan film mengangkat kisah nyata pembunuhan sadis enam Jenderal dan satu perwira dari kebejatan PKI, dilaksanakan di Markas Pemuda Pancasila Parepare, yang berada di Jalan Jembatan Merah, Kelurahan Lakessi, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, Jumat (31/9/2021).

Bacaan Lainnya

Nobar ini sebagai ajang mengingatkan tentang kekejaman pengkhianatan yang dilakukan PKI pasca kemerdekaan RI dan memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh setiap 1 Oktober.

Pelajaran terhadap sejarah bangsa bagi generasi muda yang harus memahami bahayanya PKI
Ketua DPC Pemuda Pancasila Parepare, Fadly Agus Mante, menekankan kepada seluruh kader Pemuda Pancasila, bahwa Pancasila jangan hanya dijadikan sebagai simbol dan jangan hanya dijadikan sebagai pajangan seperti yang ada di dinding kantor-kantor yang menempel.

“Mari kita jadikan Pancasila sebagai energi, menggerakkan kita mengisi dan berperan serta ditengah pembangunan. Dari lima sila, mungkin kita anggap bahwa sudah dihafal sejak duduk di bangku SD (Sekolah Dasar), tapi tidak pernah kita manifestasikan dan tidak pernah kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Fadly berharap kepada seluruh kader Pemuda Pancasila, untuk menggelorakan Pancasila sebagai ideologi pemersatu di Indonesia. Ia meyakini, jika Pancasila dimanifestasikan dalam kehidupan sehari-hari, dan mengamalkan Pancasila, tak ada perkelahian antar kelompok, tidak ada radikalisme agama, dan tidak ada komunisme.

“Yang lebih marak lagi, Pancasila terkadang dibenturkan dengan agama. Hati-hati, gejala seperti ini adalah gejala dan gerakan komunisme, ini kita mesti hati-hati. Jangan sampai teriak Pancasila, dia adalah komunis nomor satu. Kita harus lihat, siapa dia, bagaimana dia dan gerakan apa yang telah di sampaikan,” ajak FAM, akronim Fadly Agus Mante.

Dia juga menginstruksikan kepada seluruh kader Pemuda Pancasila, untuk senantiasa mencermati pemberitaan yang berbau konflik agama dan konflik sara.

“Tolong, dilingkungan sekitar masing-masing, baik kelompok mahasiswa, kelompok masyarakat, kelompok buruh dan sebagainya, dalam kehidupan sehari-hari ini, terus bicarakan yang namanya Pancasila. Jangan sampai Pancasila ini, kalah besar daripada scatter, film Korea. Ini yang menjadi tantangan kita. Jangan sampai anak-anak atau saudara kita menjadikan Pancasila sebagai jimat, simbol, dan sesuatu yang tidak bermanfaat,” tegas Fadly kepada seluruh kader Pemuda Pancasila Parepare.

Kata Fadly di hadapan kader Pemuda Pancasila Parepare yang hadir dalam Nobar film G30S/PKI, Pancasila adalah pedoman hidup, berbangsa dan bernegara bagi rakyat Indonesia. Selain itu kata dia, Pancasila merupakan ideologi pemersatu dari beragam suku yang ada di Indonesia. (AU)

 

 

Pos terkait