MAROS, Upeks.co.id – Dua asesor UNESCO Global Geopark (UGGp), Soojae Lee asal Korea Selatan dan Xiaoping Qiu dari China, memulai proses asesmen revalidasi UNESCO Global Geopark (UGGp) Maros-Pangkep di Kabupaten Maros, Selasa (28/7/2026).
Hari pertama penilaian diawali dengan kunjungan ke SD Negeri 2 Maros sekitar pukul 08.10 Wita. Sekolah tersebut dipilih sebagai lokasi untuk melihat implementasi edukasi Geopark kepada pelajar sebagai upaya menanamkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya menjaga dan melestarikan kawasan Geopark.
Setelah itu, rombongan menuju Sekretariat Geopark Maros-Pangkep guna meninjau pameran dan berbagai informasi terkait geosite yang menjadi bagian dari kawasan UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep.
Agenda kemudian berlanjut ke Hutan Karaenta. Namun, kunjungan di lokasi tersebut dilakukan secara terbatas dengan hanya melibatkan empat rombongan karena pertimbangan teknis.
Dari Karaenta, tim asesor melanjutkan peninjauan ke Taman Wisata Alam Bantimurung. Di lokasi ini, kedua asesor tidak hanya melihat kondisi kawasan wisata, tetapi juga menyempatkan diri mengunjungi stan pelaku UMKM.
Mereka mencicipi makanan tradisional berupa singkong goreng yang dijual di kawasan tersebut. Menariknya, kedua asesor memilih membayar sendiri makanan yang mereka nikmati. Mereka menolak menerima hidangan secara gratis sebagai bentuk penghargaan terhadap produk yang dijual para pelaku UMKM.
Rangkaian kunjungan berlanjut ke Taman Prasejarah Leang-Leang sebelum ditutup dengan peninjauan di Dermaga I Rammang-Rammang.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Maros, Suwardi Sawedi, mengatakan tanggapan kedua asesor terhadap geosite yang dikunjungi sejauh ini sangat positif.
Menurutnya, lokasi-lokasi yang disiapkan dinilai telah memenuhi unsur yang menjadi bagian dari proses revalidasi UNESCO Global Geopark.
“Respons mereka sangat baik dan antusias. Mereka melihat site-site yang kita siapkan sudah sesuai dengan ketentuan untuk masuk dalam penilaian revalidasi,” katanya.
Meski demikian, asesor juga menyampaikan sejumlah masukan, terutama terkait pelayanan kepada wisatawan sejak memasuki kawasan Taman Wisata Alam Bantimurung.
Menurut Suwardi, asesor berharap kesan pertama yang diterima wisatawan mampu mencerminkan keramahan dan kualitas pelayanan destinasi wisata.
“Seluruh pengunjung juga diharapkan memperoleh pelayanan terbaik selama berada di kawasan wisata sehingga memiliki pengalaman berkunjung yang memuaskan,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan hari pertama ditutup dengan gala dinner di kawasan Rammang-Rammang.
Pada Rabu (29/7/2026), tim asesor dijadwalkan mengunjungi kawasan Salenrang, termasuk sentra produksi Roti Salenrang, sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan kereta api menuju Kabupaten Pangkep untuk meneruskan proses asesmen.
Asesmen revalidasi UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep di Kabupaten Maros dan Pangkep dijadwalkan berlangsung hingga 29 Juli 2026.(rls)

