36 ASN Kemenag Sulsel Donor Darah Bersama PMI 

36 ASN Kemenag Sulsel Donor Darah Bersama PMI 

MAKASSAR, UPEKS– Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sulawesi Selatan menggelar donor darah bersama Unit Donor Darah (UDD) PMI Provinsi Sulawesi Selatan di Aula Lantai 2 Kanwil Kemenag Sulsel, Selasa (28/7/2026).

Kerja sama ini merupakan yang pertama setelah empat tahun sebelumnya donor darah rutin dilaksanakan bersama UPT Transfusi Darah Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan.

Bacaan Lainnya

Donor darah perdana bersama PMI Sulsel itu mendapat respons positif dari para aparatur sipil negara (ASN). Dari target 30 pendonor, sebanyak 41 pegawai mendaftar. Setelah melalui pemeriksaan kesehatan, 36 orang berhasil mendonorkan darahnya.

Penanggung Jawab Kegiatan UDD PMI Sulsel, dr Aslan Tripanji, mengapresiasi antusiasme ASN Kanwil Kemenag Sulsel yang mengikuti aksi kemanusiaan tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi antusiasme ASN, para penyuluh, dan seluruh jajaran Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang ditunjukkan sangat luar biasa,”  tutur dr. Aslan.

Ia berharap kolaborasi antara PMI Sulsel dan Kanwil Kemenag Sulsel dapat terus berlanjut.
“Setetes darah sangat berarti untuk menyelamatkan nyawa sesama. Kami berharap kegiatan ini menjadi budaya di lingkungan Kementerian Agama karena membantu sesama merupakan bagian dari nilai-nilai keagamaan yang kita junjung bersama,” ujarnya.

Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sulsel, H. Aminuddin, mengatakan tingginya partisipasi pegawai menjadi awal yang baik bagi kerja sama dengan PMI Sulsel.

“Alhamdulillah, donor darah perdana bersama PMI Sulsel mendapat respons yang sangat baik. Jumlah pendonor bahkan melampaui target yang ditetapkan. Ini menunjukkan semangat berbagi dan kepedulian sosial keluarga besar Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Selatan,” bebernya.

Aminuddin berharap donor darah dapat menjadi agenda rutin sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

“Kami berharap sinergi dengan PMI Sulsel terus berlanjut. Donor darah bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi juga wujud nyata pengamalan nilai-nilai kemanusiaan dan keagamaan,” katanya.

Berdasarkan data UDD PMI Sulsel, dari 41 pendaftar terdapat 36 orang yang berhasil mendonorkan darah. Sementara lima orang belum memenuhi syarat karena tekanan darah tinggi, kurang istirahat, dan kadar hemoglobin rendah.

Pada kegiatan ini, seluruh pendonor juga memperoleh kartu pendonor digital PMI yang dapat diakses melalui aplikasi resmi Ayo Donor PMI, sehingga riwayat donor darah dapat dipantau secara digital. (rls)