MAKASSAR, UPEKS.co.id— Kinerja investasi Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menunjukkan tren positif sepanjang semester I 2026. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Sulsel mencatat realisasi investasi periode Januari hingga Juni 2026 mencapai Rp11,385 triliun atau 50,42% dari target investasi tahun ini sebesar Rp22,580 triliun.
Capaian tersebut meningkat Rp1,754 triliun atau sekitar 18% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat Rp9,631 triliun. Realisasi investasi semester I 2026 tersebut terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp4,136 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp7,249 triliun.
Kepala DPM PTSP Provinsi Sulsel, Asrul Sani, mengatakan, pertumbuhan investasi tersebut turut memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, investasi di Sulsel menyerap 16.430 tenaga kerja Indonesia (TKI) dan 151 tenaga kerja asing (TKA).
“Sepanjang semester I 2026, investasi menyerap 16.430 tenaga kerja Indonesia (TKI) dan 151 tenaga kerja asing (TKA). Jumlah tenaga kerja yang terserap meningkat 29%, atau bertambah 3.812 orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” papar Asrul saat dihubungi, Selasa (18/8/2026).
Secara kuartalan, realisasi investasi Sulsel juga mengalami peningkatan. Pada triwulan II 2026, investasi tercatat Rp5,972 triliun atau tumbuh 4% secara tahunan. Angka tersebut meningkat sekitar Rp560 miliar atau 10% dibandingkan realisasi triwulan I 2026 yang mencapai Rp5,412 triliun.
Berdasarkan wilayah, Kabupaten Luwu menjadi daerah dengan realisasi investasi terbesar sepanjang semester I 2026, yakni Rp2,989 triliun atau 26,25% dari total investasi Sulsel. Posisi berikutnya ditempati Kota Makassar dengan realisasi Rp2,724 triliun atau 23,92%, kemudian Kabupaten Luwu Timur sebesar Rp2,349 triliun atau 20,63%.
Secara keseluruhan, realisasi investasi tersebut tersebar pada 18.889 proyek. Dari jumlah itu, investasi PMA sebesar Rp4,136 triliun berasal dari 1.337 proyek, sedangkan PMDN sebesar Rp7,249 triliun berasal dari 17.552 proyek.
Dari negara asal investasi PMA, Kanada menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp1,761 triliun atau 42,57% dari total PMA Sulsel.
Australia menyusul dengan Rp971,6 miliar atau 23,49%, kemudian Hong Kong Rp602,6 miliar atau 14,57%, Singapura Rp277,2 miliar atau 6,70% dan Malaysia Rp226,3 miliar atau 5,47%.
Asrul Sani menambahkan, Pemprov Sulsel di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, terus mendorong berbagai langkah strategis dalam upaya meningkatkan kinerja investasi, salah satunya dengan kemudahan perizinan usaha.
Sementara Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman sebelumnya juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus membuka ruang bagi investasi dan dunia usaha.
Dalam Rakerkonas XXXV Apindo pada awal Agustus 2026 lalu, Andi Sudirman menyatakan Sulsel terbuka terhadap investasi yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah. (eky)




