Serius Bangun Kawasan Transmigrasi, Kementerian Transmigrasi Gandeng 10 Kampus Terbaik Indonesia lewat Tim Ekspedisi Patriot 2026

Serius Bangun Kawasan Transmigrasi, Kementerian Transmigrasi Gandeng 10 Kampus Terbaik Indonesia lewat Tim Ekspedisi Patriot 2026

FAKFAK, Upeks–Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia (Kemenrans) menegaskan keseriusannya dalam mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia. Melalui Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026, sebagai bagian dari implementasi program Transmigrasi Patriot yang diatur dalam Peraturan Menteri Transmigrasi Nomor 3 Tahun 2026, pemerintah menjalankan sebuah upaya sistematis berupa riset, kajian, dan pendampingan di kawasan transmigrasi untuk mendukung perencanaan, pembangunan, dan pengembangan kawasan secara berkelanjutan lewat pelibatan sumber daya manusia unggul.

Program ini menggandeng 10 perguruan tinggi terbaik di Indonesia sebagai kampus mitra, yaitu Universitas Padjadjaran, Universitas Airlangga, Universitas Hasanuddin, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Indonesia, Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Bandung, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, dan IPB University. Pada pelaksanaan tahun ini, sebanyak 1.476 peserta TEP 2026 diterjunkan ke 53 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia, mengusung tema “Misi Besar, Kerja Nyata, Dampak untuk Indonesia”.

Bacaan Lainnya

Unhas dan Tim 16 di Kawasan Transmigrasi Weri–Saharey

Sebagai salah satu dari 10 kampus terbaik yang dipercaya, Universitas Hasanuddin (Unhas) menerjunkan Tim Ekspedisi untuk melaksanakan riset dan pendampingan di Kawasan Transmigrasi Weri–Saharey, Distrik Fakfak Timur, Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat. Salah satunya adalah tim 16. Tim ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim Dr. Sawedi Muhammad, S.Sos., M.Sc, bersama lima anggota tim yang dikoordinasikan langsung di lapangan oleh Nur Vidiah Rachmadani selaku Koordinator Lapangan.

“Kepercayaan yang diberikan Kementerian Transmigrasi kepada 10 kampus terbaik di Indonesia, termasuk Unhas, menunjukkan bahwa pemerintah tidak main-main dalam membangun kawasan transmigrasi. Fokus riset kami di Weri–Saharey adalah memperkuat SDM masyarakat lokal dan transmigran agar mampu mengelola dan mengembangkan ekonomi kawasan secara mandiri,” ujar Dr. Sawedi Muhammad selaku Ketua Tim 16.

Koordinator Lapangan Nur Vidia Rachmadani menambahkan, ia bersama 4 timnya tim Ekspedisi Patriot bekerja langsung di tengah masyarakat, berdialog dengan tokoh adat, tokoh kampung, dan pemerintah setempat. “Setiap rekomendasi yang kami hasilkan harus benar-benar relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendorong penguatan SDM dan peningkatan ekonomi masyarakat di kawasan transmigrasi,” katanya.