Kelompok Tani Ternak Subur Jaya Terapkan Reaktor Fixed Dome Berbasis IoT untuk Olah Kotoran Sapi Jadi Biogas

Kelompok Tani Ternak Subur Jaya Terapkan Reaktor Fixed Dome Berbasis IoT untuk Olah Kotoran Sapi Jadi Biogas

BANTAENG, UPEKS.CO.id– Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) melalui tim pengabdian kepada masyarakat melaksanakan kegiatan penerapan teknologi reaktor Fixed Dome berbasis Internet of Things (IoT) pada Kelompok Tani Ternak Subur Jaya di Desa Pattalassang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng.

Teknologi tersebut diterapkan untuk mengolah kotoran sapi menjadi biogas sebagai sumber energi terbarukan sekaligus mendukung pengelolaan limbah peternakan yang lebih ramah lingkungan.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan UPRI bersama Kelompok Tani Ternak Subur Jaya sebagai mitra. Program berangkat dari kondisi kotoran sapi yang belum dimanfaatkan secara optimal dan masih menjadi permasalahan di lingkungan peternakan.

Melalui kegiatan ini, kotoran sapi diarahkan untuk diolah menjadi biogas menggunakan reaktor Fixed Dome. Selain reaktor, diterapkan pula sistem monitoring berbasis IoT yang dirancang untuk membantu memantau kondisi proses pengolahan, seperti suhu, tekanan gas, dan pH.

Ketua pelaksana kegiatan, Haslinda, menjelaskan bahwa program tersebut tidak hanya berfokus pada pemasangan teknologi, tetapi juga pada peningkatan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan mereka.

“Kami ingin agar potensi kotoran sapi yang selama ini belum dimanfaatkan dapat diubah menjadi sesuatu yang bernilai guna. Melalui reaktor Fixed Dome berbasis IoT, masyarakat tidak hanya mendapatkan teknologi, tetapi juga pengetahuan tentang bagaimana mengelola limbah ternak menjadi sumber energi terbarukan,” ujar Haslinda.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Mitra dilibatkan mulai dari proses identifikasi kondisi awal, sosialisasi, persiapan lokasi, hingga penerapan teknologi.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Ternak Subur Jaya, Idil Akbar menyambut baik penerapan teknologi tersebut. Menurutnya, program dari UPRI memberikan alternatif baru bagi kelompok dalam memanfaatkan limbah peternakan yang selama ini belum memberikan nilai tambah.

“Kami sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Selama ini kotoran sapi memang banyak dan belum dimanfaatkan secara maksimal. Dengan adanya reaktor ini, kami mendapatkan pengetahuan baru bahwa limbah tersebut bisa diolah menjadi biogas. Kami berharap teknologi ini bisa berjalan dengan baik dan dapat dimanfaatkan oleh anggota kelompok,” ungkap Idil Akbar.

Penerapan teknologi ini diharapkan dapat membantu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap sumber energi konvensional seperti LPG dan kayu bakar.

Selain menghasilkan biogas, hasil samping pengolahan berupa slurry juga berpotensi dimanfaatkan sebagai pupuk organik sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi kegiatan pertanian masyarakat.

Sampai dengan tahap pelaksanaan saat ini, reaktor Fixed Dome berbasis IoT telah dipasang di lokasi mitra. Tahapan selanjutnya adalah pengoperasian, monitoring, dan evaluasi untuk mengetahui kinerja reaktor serta manfaat teknologi bagi kelompok mitra.

Melalui kegiatan ini, Universitas Pejuang Republik Indonesia berupaya mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara produktif, meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan limbah peternakan, serta mendukung pemanfaatan energi terbarukan dan penerapan ekonomi hijau di Desa Pattalassang.

Tim pelaksana Universitas Pejuang Republik Indonesia menyampaikan terima kasih kepada Kelompok Tani Ternak Subur Jaya Desa Pattalassang serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan ini.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini didanai melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM), Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.(Rls)