MAKASSAR, UPEKS— Nama Armin Mustamin Toputiri mencuat dalam pembicaraan mengenai calon figur yang berpotensi mengisi jajaran kepengurusan Partai Golkar Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Ilham Arief Sirajuddin (IAS). Salah satu posisi yang dikaitkan dengan Armin adalah Sekretaris Golkar Sulsel.
Kemunculan nama Armin tidak terlepas dari rekam jejaknya yang cukup panjang di dunia organisasi dan politik. Pengalamannya dinilai menjadi modal untuk menjalankan fungsi kesekretariatan sekaligus membantu ketua dalam menggerakkan organisasi partai di tingkat provinsi.
Armin merupakan alumni Pesantren IMMIM Putra Makassar. Selama enam tahun menjalani pendidikan di pesantren tersebut, ia telah aktif dalam berbagai aktivitas organisasi yang kemudian menjadi bagian dari proses pembentukan pengalaman kepemimpinannya.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Pesantren IMMIM, Armin menempuh studi di Fakultas Hukum Universitas “45” Makassar yang kini dikenal sebagai Universitas Bosowa (Unibos). Ketertarikannya terhadap organisasi dan politik terus berlanjut hingga mengantarkannya ke arena politik praktis.
Di Partai Golkar, Armin bukan sosok yang sama sekali baru. Ia pernah terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan selama dua periode melalui partai berlambang pohon beringin tersebut.
Pengalaman politiknya juga dilengkapi dengan keterlibatan langsung dalam struktur kepartaian. Armin pernah dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Partai Golkar Kota Palopo.
Amanah tersebut memberinya pengalaman dalam mengelola organisasi partai di tingkat daerah, termasuk melakukan konsolidasi, membangun komunikasi antarkader, serta menghadapi dinamika politik dan kepengurusan di daerah.
Di luar aktivitas politik, Armin juga memiliki jaringan organisasi yang cukup luas. Saat ini ia menjabat sebagai Ketua Presidium Ikatan Alumni Pesantren IMMIM (IAPIM), organisasi yang menjadi wadah bagi para alumni Pesantren IMMIM Putra dan Putri.
Jaringan alumni tersebut tersebar di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, politik, pendidikan, bisnis, kalangan profesional hingga tokoh masyarakat. Posisi Armin di IAPIM pun menjadi salah satu modal jejaring sosial yang dimilikinya.
Jika masuk dalam struktur Golkar Sulsel, pengalaman Armin sebagai kader partai, legislator dua periode, mantan Plt Ketua Golkar Palopo, serta aktivis organisasi menjadi sejumlah bekal yang dapat mendukung tugasnya.
Terlebih, posisi sekretaris memiliki fungsi penting dalam memastikan roda organisasi berjalan. Sekretaris tidak hanya berkaitan dengan urusan administrasi, tetapi juga berperan dalam konsolidasi internal, komunikasi dengan struktur partai di kabupaten dan kota, serta membantu ketua menjalankan agenda organisasi.
Dalam konteks kepengurusan Golkar Sulsel, duet Ilham Arief Sirajuddin dan Armin Mustamin Toputiri pun menjadi salah satu kemungkinan yang menarik untuk dicermati. IAS memiliki pengalaman panjang dalam politik dan pemerintahan, sementara Armin memiliki rekam jejak di legislatif, kepartaian, dan organisasi.
Kombinasi tersebut dinilai berpotensi memberikan warna tersendiri dalam upaya memperkuat konsolidasi Golkar di Sulawesi Selatan, terutama dalam membangun komunikasi antara struktur provinsi dan daerah.
Namun, nama Armin saat ini masih berada pada tahap pembicaraan dan belum menjadi keputusan resmi kepengurusan. Penetapan struktur DPD Partai Golkar Sulsel tetap mengikuti mekanisme dan keputusan internal partai.
Dengan demikian, siapa yang nantinya mendampingi Ilham Arief Sirajuddin dalam posisi sekretaris masih menunggu proses organisasi Partai Golkar Sulsel.(jir)

