Maju Calon Ketua PBNU, Gus Kikin Diklaim Dapat Dukungan Kader NU Sulselbar

Maju Calon Ketua PBNU, Gus Kikin Diklaim Dapat Dukungan Kader NU Sulselbar
Calon Ketua PBNU, Gus Kikin hadir dalam silaturahmi Pembumian Qanun Asasi untuk Nahdlatul Ulama di Hotel Claro Makassar, Jl AP Pettarani, Makassar, pada Jumat malam (14/8/2026).

MAKASSAR, UPEKS.co.id – Cicit Pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Abdul Hakim Mahfudz dan juga Pengasuh Pesantren Tebuireng di sambut antusias kader NU Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar).

Kiai yang akrab disapa Gus Kikin ini, hadir dalam silaturahmi Pembumian Qanun Asasi untuk Nahdlatul Ulama di Hotel Claro Makassar, Jl AP Pettarani, Makassar, pada Jumat malam (14/8/2026).

Bacaan Lainnya

Gus Kikin diklaim mendapat dukungan dari kader NU Sulselbar, untuk maju sebagai Calon Ketua PBNU pada Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan diselenggarakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27 hingga 31 Agustus 2026.

“Kehadiran saya di Makassar, pertama adalah merajut silaturahmi. Yang kedua, saya mengenalkan buku Qanun Asasi,” ujar Gus Kikin saat ditemui di Hotel Claro Makassar.

Bagi Kiai Hakim, Qanun Asasi bukanlah sekadar literatur usang. Ia adalah pedoman dasar, roh, sekaligus kompas pergerakan yang dirumuskan langsung oleh sang pendiri, Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari pada periode 1926 hingga 1929.

Misi utamanya sederhana diucapkan, namun agung dalam pelaksanaan dengan mengaplikasikan kembali aturan dasar tersebut di tubuh Nahdlatul Ulama.

“Supaya NU nanti itu jadi guyub, jadi adem, jadi ayem, tentram,” bebernya.

Gus Kikin juga mengenang bagaimana masa lampau ketika pedoman ini dipegang teguh, kekeluargaan di tubuh NU begitu luar biasa. Imbasnya menjadikan Indonesia sebagai negeri yang aman dan sentosa.

Kabar angin menyebutkan bahwa ratusan dukungan dari pengurus wilayah dan cabang telah mengalir deras menuju bumi Tebuireng. Namun, arus politik itu tak membuat Sang Kiai berbangga diri. Baginya, takhta kepemimpinan adalah soal amanah langit dan keridhaan bumi.

“Waduh, saya tidak menghitung itu. Kalau mau dipilih ya silakan saja. Kesiapannya siap. Kalau ditunjuk siap, kalau tidak dipilih ya saya tidak apa-apa,” ucapnya.

Ketika ditanya lebih jauh soal kesiapannya menahkodai PBNU, dirinya pun selalu siap dan menilai kepemimpinan itu tanggung jawab umat.

“Siap (memimpin). Namanya berkhidmat di NU itu ya berkhidmat. Bukan jadi pemimpin di NU itu terus menikmati. Khidmat itu tanggung jawab kepada umat,” pungkasnya.

Informasi yang dihimpun, setidaknya ada delapan daftar tokoh masuk dalam bursa calon ketua umum PBNU.

1.Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Petahana atau Ketua Umum PBNU saat ini.

2. Nasaruddin Umar, Menteri Agama RI.

3. KH Zulfa Mustofa, Wakil Ketua Umum PBNU yang aktif menyoroti tata kelola organisasi.

4. KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), Ketua PWNU Jawa Tengah sekaligus pengusung gagasan kemandirian NU.

5. KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Ketua PWNU Jawa Timur dan Pengasuh Pesantren Tebuireng.

6. KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo.

7. KH Abdussalam Shohib (Gus Salam), Pengasuh Pesantren Mamba’ul Ma’arif Jombang.

8. Gudfan Arif, Bendahara Umum PBNU.(Jay)