Dosen UNM Tanamkan Nilai Kamtibmas di Majene Sulbar

Dosen UNM Tanamkan Nilai Kamtibmas di Majene Sulbar


Makassar,Upeks.co.id—
Untuk meningkatkan pemahaman yang lebih baik tentang nilai-nilai KAMTIBMAS kepada guru di Majene, khususnya di SMA Negeri 1 Majene, perlu dan sangat penting dilakukan pelatihan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar.

Bacaan Lainnya

Demikian disampaikan Prof. Dr. Rifdan, M.Si., Guru Besar Ilmu Administrasi Publik Universitas Negeri Makassar (UNM) sebagai ketua tim, yang beranggotakan Prof. Dr. Manan Sailan, M. Hum. Dan Haerul, S.Pd., M.Pd.,M.Si, Sabtu (11/05/2024).

Pelatihan ini sangat diapresiasi oleh kepala sekolah SMAN 1 Majene, Muliadi, S.Pd., M.Pd.

Dalam pernyataanya, ia mengatakan suatu kebangaan telah menunjuk kabupaten majene khusus di SMAN 1 Majene sebagai mitra untuk pengabdian para dosen dari UNM.

“Kegiatan ini sangat bagus untuk memberikan pengetahuan dan memotivasi para guru serta dapat meningkatkan kualitas dan kapasitas sumber daya di majene,” kata muliadi.

Pelatihan ini dilakukan sejalan dengan imbauan Rektor UNM, Prof. Dr. Ir. H. Husain Syam, MTP. IPU., Asean., Eng., agar materi pengabdian diharapkan dapat menjadi solusi bagi permasalahan yang dihadapi masyarakat di Sulawesi Barat khsusnya di Kabupaten Majene.

Tujuan pelatihan, menurut Dosen Ilmu Administrasi Publik Program Pascasarjana (PPs) UNM ini, agar masyarakat khsusnya dimajene memiliki pengetahuan keamanan dan ketertiban masyarakat dan kegiatan ini dapat menjadi contoh yang menginspirasi untuk melibatkan perguruan tinggi dalam upaya membangun masyarakat yang lebih baik.

Adapun materi pelatihan yang disampaikan, yakni pertama dasar hukum KAMTIBMAS, kedua, Tujuan Utama pengabdian. ketiga, sumber gangguan keamanan dan ketertiban masyarkat.

Keempat, bentuk-bentuk gangguan KAMTIBMAS. Kelima, upaya pencegahan dan penanggulangan KAMTIBMAS.

Metode pelatihan menggunakan teknik ceramah, tanya jawab. Pelatihan dirancang dengan menggunakan sarana luring. Kegiatan pelatihan didampingi oleh Haerul, S.Pd., M.Pd., M.Si. salah seorang anggota Tim Pengabdian.

“Dari hasil pelatihan ini, para peserta yang menghadiri kegiatan sangat antusias dan termotivasi. Pengetahuan yang diperoleh dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan dapat diajarkan kepada anak didik di sekolah,” kata Prof. Dr. Rifdan, M.Si. (rls)