ENREKANG, UPEKS.co.id — Sebanyak 25.473 warga Kabupaten Enrekang menerima bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026.
Penyaluran bantuan tersebut secara resmi dilaunching di Ruang Pola Kantor Bupati Enrekang, Kamis (13/8/2026).
Launching penyaluran bantuan pangan ini digelar serentak se-Sulawesi Selatan dan dibuka Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dari Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Untia, Jalan Patingalloang, Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.
Kegiatan tersebut diikuti secara virtual oleh Pemerintah Kabupaten Enrekang.
Bupati Enrekang H. Muh. Yusuf Ritangnga turut menyerahkan secara simbolis bantuan pangan kepada lima orang perwakilan penerima manfaat. Dalam kegiatan itu, Bupati didampingi Asisten I Setda Enrekang, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Sosial, penerima manfaat, serta operator desa.
Penyaluran bantuan pangan tiga bulan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan sosialisasi penyaluran bantuan pangan tahun 2026.
Wakil Pemimpin Bulog Cabang Sidrap, Andi Widiyanti Mane, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Enrekang atas dukungan terhadap proses penyaluran bantuan pangan.
Ia juga mengapresiasi jajaran pemerintah di tingkat kecamatan hingga desa dan kelurahan yang turut membantu memastikan bantuan tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran.
“Terima kasih atas kerja samanya, terima kasih atas dukungan dan support dari pemerintah. Saya mohon maaf jika selama penyaluran ini terdapat hal-hal yang tidak berkenan. Semoga apa yang kita lakukan untuk masyarakat bisa berdampak positif dan bernilai ibadah,” ujar Andi Widiyanti Mane.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Enrekang, drg. Hj. Sri Siswaty Zainal, M.Adm.Kes, mengatakan pihaknya bersama sejumlah OPD terkait telah melakukan pemeriksaan terhadap kualitas dan kuantitas beras sebelum disalurkan kepada masyarakat.
Menurutnya, hasil pemeriksaan menunjukkan kualitas beras dalam kondisi baik dan jumlahnya sesuai.
“Kami turun dengan beberapa OPD terkait dan alhamdulillah kualitas beras yang akan dibagikan itu baik dan dari segi kuantitas pun cukup,” katanya.
Sri Siswaty meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan persoalan terkait kualitas bantuan saat diterima.
Ia juga mengimbau masyarakat agar menggunakan media sosial secara bijak dalam menyampaikan informasi mengenai persoalan bantuan pangan.
“Kalau ada sesuatu yang tidak sesuai, tolong disampaikan kepada kami. Media sosial adalah media tempat untuk menyampaikan informasi, tapi gunakan sosial media secara bijak karena sesuatu yang muncul di media sosial bisa cepat viral, padahal hal tersebut masih bisa diatasi dan dicari jalan keluarnya,” jelasnya.
Bupati Enrekang H. Muh. Yusuf Ritangnga berharap bantuan pangan tersebut dapat membantu meringankan beban pengeluaran masyarakat, khususnya keluarga penerima manfaat.
“Semoga apa yang dilakukan Pemerintah Pusat dan apa yang kami usahakan dapat berdampak positif kepada seluruh penerima manfaat. Harapan kami ke depan, Perum Bulog terus menjadi salah satu bagian yang berkontribusi untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Enrekang,” ujar Yusuf Ritangnga.
Berdasarkan data Bapanas, jumlah penerima bantuan pangan di Kabupaten Enrekang saat ini sebanyak 25.473 penerima manfaat.
Jumlah tersebut mengalami penurunan sekitar 800 penerima dibandingkan data sebelumnya.
Pemerintah Kabupaten Enrekang berharap penyaluran bantuan pangan dapat berjalan lancar dan tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan.(Sry)

