MAKASSAR, UPEKS.co.id – Sejumlah keluarga penumpang KMP Mutiara Santosa 2 mendatangi Posko Crisis Center (MCC) Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Makassar, Senin (3/8/2026).
Mereka berharap memperoleh kepastian mengenai nasib anggota keluarga yang hingga kini belum diketahui keberadaannya pascakebakaran kapal di perairan utara Madura.
Salah seorang keluarga penumpang, Kastia, mengaku datang ke posko untuk mencari informasi mengenai sepupunya, Bustam Sanusi, yang diketahui berada di atas KMP Mutiara Santosa 2 dengan membawa sebuah mobil saat insiden kebakaran terjadi.
Menurut Kastia, hingga kini pihak keluarga belum menerima informasi mengenai kondisi Bustam. Bahkan, nama sepupunya belum tercantum dalam daftar korban yang diterima keluarga.
“Saya mau mencari informasi sepupu saya yang terbakar kapalnya kemarin di Madura atas nama Bustam. Dia bawa mobil, sampai sekarang belum ada kabarnya. Saya ke sini mau mencari informasi bagaimana kondisinya karena belum ada kabarnya dari Surabaya,” ujarnya.
Ia mengaku baru mengetahui kabar kebakaran kapal tersebut setelah dihubungi kerabatnya pada Minggu malam. Hingga Senin siang, keluarga masih menunggu kepastian mengenai keberadaan Bustam.
Sementara itu, Kepala Seksi Pengawasan KSOP Utama Makassar, Bahar, mengatakan Posko Crisis Center dibuka untuk melayani keluarga penumpang maupun korban KMP Mutiara Santosa 2 yang berasal dari Sulawesi Selatan.
“Untuk pembukaan posko di KSOP Makassar terkait KMP Mutiara Santosa 2, kami buka di MCC KSOP Utama Makassar. Jadi kalau ada keluarga korban atau teman-teman korban, silakan datang ke MCC KSOP Utama Makassar,” katanya.
Bahar menjelaskan, sejak dibuka pada Minggu (2/8/2026) malam, sekitar 10 orang telah mendatangi posko guna mencari informasi mengenai anggota keluarga mereka yang diduga berada di atas kapal.
Menurutnya, KSOP Utama Makassar terus berkoordinasi dengan KSOP Tanjung Perak Surabaya sebagai posko utama penanganan insiden.
Koordinasi dilakukan untuk memperoleh pembaruan terkait manifes penumpang, jumlah korban selamat, korban meninggal dunia, maupun korban yang masih dalam proses pendataan.
Ia menambahkan, Posko Crisis Center beroperasi selama 24 jam dan akan tetap dibuka hingga seluruh proses pencarian serta pendataan korban selesai.
“Kalau orang mau datang bertanya, langsung ke sini karena petugas selalu ada. Jadi masyarakat tidak kesulitan mendapatkan informasi,” tutupnya.(Jay)

