Aliansi Mahasiswa Teknik USN Kembali Pertanyakan CSR Vale Indonesia

  • Whatsapp
Aliansi Mahasiswa Teknik USN Kembali Pertanyakan CSR Vale Indonesia
Plt Sekwan Kolaka Sairman saat menerima aspirasi mahasiswa di depan pintu gerbang Kantor DPRD Kolaka. (Foto: Pil/UPEKS)

KOLAKA, UPEKS.co.id– Aliansi Mahasiswa Teknik Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali mempertanyakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Vale Indonesia, dengan melakukan aksi unjuk rasa sambil membakar ban bekas di depan pintu gerbang Kantor DPRD Kolaka, Selasa (22/6/2021).

Dalam aksinya dikoordinir oleh Taufiq Hidayat meneriakkan agar Komite CSR yang dibentuk oleh Vale Indonesia bersama Pemda Kolaka, aliansi mahasiswa USN menilai pembentukan Komite yang dana CSR Vale sebesar Rp9 miliar sebaiknya dibubarkan karena tidak mengakomodir kepentingan masyarakat dan sarat dengan kepentingan.

Bacaan Lainnya

Di sisi lain item-item pekerjaan yang dilakukan oleh Komite ini begitu tertutup, tidak ada transparansi, tidak tepat sasaran serta proses pekerjaannya tidak sesuai dengan aturan dan mekanisme yang berlaku.

“Karena itu kami yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Teknik USN Kolaka menggugat bermaksud melaksanakan salah satu fungsi dan tanggung jawab kami selaku mahasiswa yaitu sosial of control penyambung lidah masyarakat. Kami melihat ada indikasi Kolusi Korupsi dan Nepotisme(KKN) dalam pengelolaan dana CSR Vale oleh jajaran pengurus Komite CSR,” teriak pedemo.

Bahkan menurut mahasiswa pedemo pembentukan lembaga komite ini tidak sesuai dengan usulan dari BPKP. Untuk itu, dalam aksinya, aliansi mahasiswa menekankan dua point penting yakni pertama, mendesak Bupati Kolaka untuk mencabut surat perintah tugas (SPT) serta membubarkan Komite CSR Vale karena tidak sesuai usulan dari BPKP. Kedua, mendesak Kajari Kolaka untuk memeriksa pengalokasian anggaran CSR Vale.

Sementara aksi pedemo meminta agar ditemui oleh Ketua dan anggota DPRD Kolaka, namun tak Satu pun anggota dewan yang menemui. Pasalnya semua anggota dewan sedang melakukan reses di Dapil masing-masing. Sehingga yang menemui mahasiswa yakni Plt. Sekwan Sairman.
Sairman menerima aspirasi mahasiswa dan selanjutnya akan dikomunikasikan kepada semua unsur pimpinan dewan.

Mahasiswa meminta kepada DPRD Kolaka untuk melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan menghadirkan semua pihak terkait termasuk Presdir Vale Indonesia, BPKP Sultra, Kajari Kolaka, Bupati Kolaka, Kapolres Kolaka, Dandim 1412 Kolaka dan semua anggota pengurus komite.

“Bila hal ini tidak dipenuhi maka kami akan bertindak sesuai apa yang menurut kami benar dan akan datang dengan massa lebih besar,” ungkapnya.

Sementara Manager Eksternal Relation Vale Indonesia, Misdar yang dikonfirmasi media ini melalui telepon selulernya terkait hal itu. Namun, hingga berita ini diterbitkan belum bersedia memberikan keterangan.

“Saya komunikasikan dulu dengan pimpinan,” kata Misdar. (pil)

 

 

Pos terkait