Peringati Hari Anak Nasional 2026, Srikandi PLN Ajak Pelajar Manado Mengenal Kelistrikan dan Budaya Keselamatan

Peringati Hari Anak Nasional 2026, Srikandi PLN Ajak Pelajar Manado Mengenal Kelistrikan dan Budaya Keselamatan
Srikandi PLN UPT Manado bersama Tim K3 PLN UPT Manado menyampaikan edukasi mengenai manfaat listrik dan budaya keselamatan ketenagalistrikan kepada siswa-siswi SD GMIM 51 dalam kegiatan Study Tour Ketenagalistrikan di Gardu Induk Paniki.

MANADO, Upeks.co.id – Memperingati Hari Anak Nasional 2026, PT PLN (Persero) Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sulawesi melalui Srikandi PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Manado menggelar Study Tour Ketenagalistrikan bagi siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) GMIM 51 di Gardu Induk Paniki, Manado.

 

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut diikuti oleh 35 peserta yang terdiri atas 30 siswa, empat guru, dan satu kepala sekolah. Melalui kegiatan ini, Srikandi PLN UPT Manado mengajak para siswa mengenal dunia ketenagalistrikan sekaligus memahami pentingnya keselamatan dalam menggunakan listrik sejak usia dini.

 

General Manager PLN UIP3B Sulawesi, Fermi Trafianto, menyampaikan bahwa keterlibatan Srikandi PLN dalam kegiatan edukasi merupakan wujud kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung tumbuh kembang dan meningkatkan wawasan generasi muda.

“Melalui peran aktif Srikandi PLN, kami ingin menghadirkan pembelajaran ketenagalistrikan yang dekat, menarik, dan mudah dipahami oleh anak-anak. Pemahaman mengenai manfaat serta potensi bahaya listrik perlu ditanamkan sejak dini agar mereka dapat membangun kebiasaan menggunakan listrik secara aman dan bertanggung jawab,” ujar Fermi.

 

Rangkaian kegiatan dimulai dengan perjalanan bersama dari sekolah menuju Gardu Induk Paniki. Setibanya di lokasi, seluruh peserta menggunakan tanda pengenal pengunjung sesuai ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), kemudian menerima penjelasan mengenai aturan serta prosedur keselamatan selama berada di area gardu induk.

 

Srikandi PLN UPT Manado bersama Tim K3 PLN UPT Manado selanjutnya menyampaikan materi ketenagalistrikan melalui metode yang interaktif dan menyenangkan. Materi tersebut diselingi berbagai permainan edukatif agar para siswa lebih mudah memahami alur penyaluran tenaga listrik, mulai dari pembangkit, jaringan transmisi, gardu induk, hingga disalurkan kepada pelanggan melalui jaringan distribusi.

 

Para siswa juga memperoleh edukasi mengenai potensi bahaya listrik dan perilaku aman dalam kehidupan sehari-hari. Mereka diajak untuk tidak bermain di sekitar instalasi ketenagalistrikan, tidak menyentuh peralatan listrik dengan tangan basah, serta segera melaporkan kepada orang dewasa apabila menemukan kabel atau peralatan listrik yang berpotensi membahayakan.

 

Srikandi PLN UPT Manado, Maria Kalesaran, mengatakan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang berkesan sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu para siswa terhadap dunia kelistrikan.

“Kami mengemas kegiatan ini melalui penyampaian materi dan permainan yang menarik agar anak-anak tidak hanya mengenal bagaimana listrik disalurkan, tetapi juga memahami cara menggunakan listrik dengan aman. Semoga kunjungan ke Gardu Induk Paniki menjadi pengalaman yang menyenangkan serta dapat menginspirasi mereka untuk terus belajar dan mengenal dunia ketenagalistrikan,” ungkap Maria.

 

Keterlibatan Srikandi PLN dalam kegiatan ini dimulai dari penyusunan materi, pendampingan peserta, penyampaian edukasi keselamatan, hingga pelaksanaan permainan interaktif. Peran tersebut menunjukkan kontribusi Srikandi PLN tidak hanya dalam mendukung kegiatan operasional perusahaan, tetapi juga sebagai penggerak edukasi yang mampu menghadirkan pengetahuan ketenagalistrikan secara ramah dan menyenangkan bagi anak-anak.

 

Pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman juga menjadi sarana untuk membangun kedekatan antara PLN dan masyarakat di sekitar instalasi ketenagalistrikan. Melalui interaksi langsung, para siswa memperoleh pemahaman bahwa gardu induk merupakan infrastruktur penting yang mendukung keandalan pasokan listrik, sekaligus area terbatas yang harus dijaga dan tidak boleh dimasuki tanpa izin serta pendampingan petugas.

 

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tur mengelilingi area Gardu Induk Paniki yang dipandu oleh Tim dari Gardu Induk Paniki. Dengan tetap mengikuti ketentuan K3 dan berada di bawah pengawasan petugas, para peserta diperkenalkan secara langsung dengan berbagai peralatan utama yang berperan dalam proses penyaluran tenaga listrik.

 

Kepala SD GMIM 51, Noferson Badar, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada PLN melalui Srikandi PLN UPT Manado yang telah memberikan kesempatan kepada para siswa untuk memperoleh pengalaman belajar secara langsung di lingkungan instalasi ketenagalistrikan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN melalui Srikandi PLN UPT Manado atas kesempatan dan edukasi yang diberikan kepada anak-anak kami. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena para siswa dapat melihat secara langsung proses penyaluran tenaga listrik sekaligus memahami pentingnya menjaga keselamatan saat menggunakan listrik dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Noferson.

 

Kehadiran para Srikandi PLN sebagai fasilitator juga memberikan gambaran kepada para siswa mengenai peran perempuan dalam sektor ketenagalistrikan. Melalui interaksi tersebut, Srikandi PLN diharapkan dapat menjadi figur inspiratif yang mendorong anak-anak untuk berani belajar, mengembangkan rasa ingin tahu, serta memiliki cita-cita di berbagai bidang, termasuk bidang teknik dan energi.

 

Melalui momentum Hari Anak Nasional 2026, Srikandi PLN UPT Manado menegaskan perannya sebagai penggerak edukasi dan kepedulian sosial di lingkungan perusahaan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan literasi ketenagalistrikan, membangun budaya keselamatan sejak dini, serta menginspirasi generasi muda untuk turut berkontribusi bagi kemajuan sektor ketenagalistrikan Indonesia. (*)

Pos terkait