Jakarta atau Makassar, Danny-Fatma Ikuti Keputusan KPU, Soal Lokasi Debat Ketiga

  • Whatsapp
Jakarta atau Makassar, Danny-Fatma Ikuti Keputusan KPU, Soal Lokasi Debat Ketiga

Jakarta atau Makassar, Danny-Fatma Ikuti Keputusan KPU, Soal Lokasi Debat Ketiga

MAKASSAR, UPEKS.co.id— Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar belum menentukan lokasi  pelaksanaan debat ketiga Pilkada 2020 yang akan digelar awal Desember mendatang.

Bacaan Lainnya

Meski demikian ada dua pilihan yang direncanakan. Jika tak digelar di Makassar berarti debat pamungkas itu  kembali dihelat di Jakarta. Sama seperti debat pertama dan kedua.

Terkait hal itu, kubu pasangan Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi menanggapi bijak. Paslon nomor urut  satu ini tak mempermasalahkan lokasi debat ketiga, baik digelar di Makassar maupun di Jakarta. Sebab  dimanapun digelar, kubu Danny-Fatma mengaku tetap siap memberikan penampilan terbaiknya.

“Kami ikut keputusan KPU sebagai penyelenggara,” kata Juru Bicara Tim Danny-Fatma, Indira Mulyasari  Paramastuti, Senin (30/11/2020).

Pihak KPU Makassar disebut lebih ingin melaksanakan debat ketiga. Pertimbangannya waktu antara debat  pamungkas dan hari pemungutan suara berdekatan. Sementara banyak persiapan yang harus dirampungkan  sebelum hari H.

Hanya saja informasi yang dihimpun, pihak Polrestabes Makassar dikabarkan merekomendasikan agar debat  ketiga tetap digelar kembali di luar Makassar. Pertimbangan khususnya terkait keamanan serta upaya penegakan  protokol pencegahan Covid-19.

“Kami sebenarnya sepakat dengan KPU. Kami berharap bisa dilaksanakan di Makassar mengingat antara waktu debat dengan tanggal 9 Desember itu hanya empat hari. Tapi apapun keputusan akhirnya nanti, kita ikut dan siap,”  tambah Indira.

Dimanapun lokasi debat, lanjut dia, pihak Danny-Fatma menghimbau seluruh tim dan relawannya agar bersama-
sama menjaga suasana yang kondusif. Tak mudah terprovokasi dengan ulah oknum-oknum yang tak  bertanggungjawab.

“Sejak awal kita selalu menghimbau kepada para tim, relawan dan pendukung untuk selalu bersikap tenang, tidak  mudah terpancing dari provokasi. Bukan hanya di momen debat saja, tapi di semua momen,” demikian Indira. (jir)

Pos terkait