Fraksi Golkar Apresiasi Pemkot Makassar Pertahankan WTP

Fraksi Golkar Apresiasi Pemkot Makassar Pertahankan WTP

MAKASSAR, UPEKS— Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Makassar menyatakan menerima dan menyetujui pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 untuk dilanjutkan ke tahapan berikutnya.

Sikap tersebut disampaikan juru bicara Fraksi Golkar, Ismail, usai Rapat Paripurna Keenam Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2025/2026 DPRD Kota Makassar, Kamis (16/7/2026).

Bacaan Lainnya

Agenda paripurna tersebut mendengarkan pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap penjelasan Wali Kota Makassar atas Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

Ismail mengatakan Fraksi Golkar menerima laporan pertanggungjawaban APBD 2025 untuk dibahas lebih lanjut bersama DPRD dan pemerintah kota. “Fraksi Golkar sepakat bahwa menerima dan melanjutkan ke tahapan berikutnya,” ujarnya kepada wartawan.

Selain menyatakan persetujuan, Fraksi Golkar juga memberikan sejumlah catatan. Salah satunya terkait keberhasilan Pemerintah Kota Makassar mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sulawesi Selatan.

“Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK RI melalui Perwakilan Sulawesi Selatan, itu sangat kita apresiasi. Bahwa hari ini Fraksi Golkar sangat mengapresiasi Pemerintah Kota dalam hal ini Pak Wali Kota dengan bisa mempertahankan WTP,” ujarnya.

Menanggapi pelaksanaan program fisik yang dinilai masih berjalan lambat, Ketua Komisi B tersebut menilai pemerintah kota kini mulai mempercepat realisasi belanja daerah.

“Tahun ini sudah mulai digenjot. Pak Wali sudah perintahkan, saya lihat dengan dinasnya di angka 90 persen, 95 persen. Maunya nanti serapan anggaran itu berjalan maksimal,” katanya.

Di sisi lain, Ismail optimistis target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026 tetap dapat tercapai sesuai yang telah ditetapkan.

“Insyaallah masih tetap komitmen, masih tetap pada target-target yang kemarin, sekitar Rp2,4 triliun. Mudah-mudahan insyaallah bisa tercapai,” ujarnya.

Ia menambahkan, berdasarkan laporan sementara dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), realisasi PAD hingga pertengahan tahun telah melampaui separuh dari target yang ditetapkan.

“Sejauh ini Bapenda sudah alhamdulillah melaporkan, sudah lebih daripada setengahnya,” pungkasnya. (jir)