MAKASSAR, UPEKS— Anggota Komisi B DPRD Kota Makassar, Hartono, menilai persoalan perparkiran di Kota Makassar masih belum tertata dengan baik.
Maraknya keberadaan juru parkir (jukir) liar hingga munculnya kasus dugaan kekerasan terhadap pengendara menjadi indikator bahwa sistem pengelolaan parkir masih membutuhkan pembenahan menyeluruh.
Menurut Hartono, kondisi di lapangan menunjukkan persoalan parkir belum mengalami perubahan yang signifikan. Karena itu, ia menilai masyarakat tidak membutuhkan klaim bahwa tata kelola parkir sudah membaik, melainkan bukti nyata berupa ketertiban dan peningkatan kinerja pengelolaan.
“Saya kira kita tidak butuh narasi itu, yang kita butuhkan hari ini adalah apakah parkir itu di mana-mana sudah tertib? Apakah misalnya perusahaan Perumda Parkir ini dari sisi pendapatan sudah bisa lebih maksimal?” ujarnya, saat ditemui di DPRD Makassar, Rabu (15/7/2026).
Legislator Fraksi PKS tersebut menegaskan, kondisi parkir yang masih semrawut di berbagai titik menjadi bukti bahwa upaya pembenahan belum memberikan hasil yang berarti.
“Kalau faktanya hari ini parkir masih carut-marut di mana-mana, itu artinya belum ada yang signifikan dilakukan hari ini. Belum ada yang signifikan. Nah, tentu ini menjadi pekerjaan bersama,” ujarnya.
Hartono menambahkan, DPRD Kota Makassar juga memiliki tanggung jawab dalam mengawal perbaikan tata kelola parkir. Salah satu langkah yang dinilai penting adalah mempercepat penyelesaian pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pengelolaan Parkir agar menjadi dasar hukum yang lebih kuat dalam melakukan penataan.
“Kami juga tentu di DPR merasa bertanggung jawab dan karena itu kita berharap kalau misalnya segera Perda tentang Pengelolaan Parkir itu segera bisa diselesaikan, maka kita berharap itu menjadi jawaban untuk semakin bisa memperbaiki perparkiran kita,” tuturnya.
Hartono menegaskan, kondisi perparkiran di Makassar hingga saat ini masih belum memenuhi harapan masyarakat sehingga memerlukan langkah pembenahan yang lebih serius dan terukur.
“Yang saya mau katakan bahwa hari ini parkir kita belum terkelola sebagaimana yang kita harapkan. Belum,” tegas Hartono.
Sorotan tersebut muncul di tengah masih maraknya aktivitas jukir liar di Makassar. Sebelumnya, aparat kepolisian mengamankan 10 juru parkir di kawasan Mal Panakkukang (MP) karena beroperasi tanpa atribut resmi.
Di waktu yang hampir bersamaan, publik juga dihebohkan dengan beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan seorang jukir di Jalan Sungai Tangka diduga melakukan pemukulan terhadap seorang pengendara mobil.
Peristiwa itu diduga dipicu perselisihan setelah pengendara memberikan uang parkir sebesar Rp2.000. Cekcok yang terjadi kemudian berujung pada dugaan aksi kekerasan. (jir)

