MAKASSAR, UPEKS.co.id— Pekerjaan Paket 2 Program Multi Years Project (MYP) Sulawesi Selatan terus menunjukkan perkembangan. Hingga pertengahan Juli 2026, sejumlah ruas jalan provinsi di Kabupaten Gowa, Takalar, dan Jeneponto telah memasuki tahap lanjutan dengan progres yang terus meningkat.
Program MYP yang didanai melalui APBD Provinsi Sulawesi Selatan senilai Rp2,5 triliun ini menargetkan penanganan sekitar 1.400 kilometer jalan pada sekitar 100 ruas jalan provinsi di 24 kabupaten/kota selama periode 2025–2027.
Berdasarkan perkembangan terbaru, ruas Panciro–Batas Kota Makassar menjadi salah satu proyek yang hampir rampung dengan progres mencapai 98,46%.
Pada ruas tersebut, pekerjaan telah memasuki tahap akhir berupa pemasangan marka jalan, garis penyeberangan pejalan kaki (zebra cross), serta pembangunan pelat beton (plat deuker) pada bahu jalan.
Sementara itu, pekerjaan di ruas Batas Kota Makassar–Bontoramba terus berlanjut dengan progres mencapai 67,69%. Aktivitas di lapangan meliputi pengaspalan lapis atas serta pengecoran bahu jalan menggunakan beton.
Di ruas Palleko–Towata, pelapisan aspal lapis atas dan pemasangan marka jalan masih berlangsung dengan progres mencapai 27,89%.
Adapun pada ruas Batas Kabupaten Gowa–Barombong–Batas Kabupaten Takalar, pekerjaan pemasangan marka jalan telah mencapai progres 25,85%.
Selain peningkatan kualitas badan jalan, Paket 2 juga mencakup pembangunan infrastruktur pendukung untuk menjaga stabilitas konstruksi jalan. Pembangunan talud batu di ruas Batas Kabupaten Gowa–Galesong–Pattallassang telah mencapai progres 10,14%.
Sementara itu, pembangunan talud yang berfungsi sebagai dinding penahan tanah di ruas Batas Jeneponto–Rumbia–Jeneponto mencatat progres sebesar 4,53%.
Kepala Bidang Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Rosyadi, mengatakan pelaksanaan pekerjaan pada Paket 2 terus berjalan sesuai tahapan dengan pengawasan yang dilakukan secara berkala untuk memastikan kualitas konstruksi tetap terjaga.
“Kami terus melakukan pengendalian di lapangan agar pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis, tepat mutu, dan dapat selesai sesuai target yang telah ditetapkan,” kata Rosyadi, Kamis (16/7/2026). (eky)




