MAKASSAR, UPEKS – Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar mengingatkan seluruh jajaran Kementerian Agama agar setiap program dan pelayanan yang dijalankan benar-benar memberikan dampak nyata serta dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam kegiatan ASN Kemenag Level Up yang digelar di Makassar, Jumat (10/7/2026).
Arahan Menteri Agama disampaikan kepada seluruh jajaran Kementerian Agama sebagai pedoman dalam membangun birokrasi yang profesional, berintegritas, sekaligus dekat dengan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, hadir Staf Ahli Menteri Agama RI Dr. H. Bunyamin Yafid, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan H. Ali Yafid, para kepala bidang, Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan, serta Ketua Komisi Informasi Sulawesi Selatan Fauziah Erwin.
Prof. Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pejabat Kementerian Agama secara otomatis merupakan tokoh masyarakat yang menjadi panutan di lingkungan masing-masing. Karena itu, citra dan keteladanan harus senantiasa dijaga. Menurutnya, penghormatan masyarakat kepada pejabat Kementerian Agama berbanding lurus dengan kepercayaan publik terhadap institusi tersebut.
Penguatan karakter aparatur juga menjadi perhatian utama. Seluruh satuan kerja didorong untuk membangun budaya spiritual di lingkungan kantor dengan menyediakan ruang bagi pelaksanaan salat berjamaah secara rutin sedikitnya dua kali dalam sepekan.
Sementara bagi pegawai yang beragama lain juga diharapkan diberikan ruang yang sama untuk menjalankan pembinaan keagamaan sesuai keyakinannya.
Selain itu, Prof. Nasaruddin Umar mengajak para pejabat untuk membangun kedekatan dengan keluarga melalui hal-hal sederhana, seperti sesekali mengajak anak berkunjung ke kantor agar mengetahui aktivitas dan tanggung jawab orang tuanya sebagai aparatur negara.
Langkah tersebut dinilai dapat menanamkan nilai pengabdian, tanggung jawab, dan penghargaan terhadap pekerjaan sejak dini.
Ia juga mendorong terciptanya suasana kekeluargaan di lingkungan kerja melalui kegiatan kebersamaan, seperti retret atau kegiatan penguatan kebersamaan yang melibatkan keluarga besar Kementerian Agama.
Menurutnya, kegiatan tersebut perlu direncanakan dengan baik agar mampu memperkuat rasa kebersamaan, solidaritas, dan semangat pengabdian antarsesama pegawai.
Perhatian terhadap kesejahteraan pegawai turut menjadi bagian dari arahan Menteri Agama. Para pimpinan diminta lebih peduli terhadap kondisi staf, termasuk membantu mereka merencanakan masa depan, seperti memiliki rumah melalui perencanaan keuangan yang baik. Bahkan, ia juga menggagas pentingnya perencanaan fasilitas pemakaman bersama sebagai simbol kebersamaan yang terus terjalin hingga akhir hayat.
Di bidang pengabdian sosial, seluruh pejabat dan pegawai Kementerian Agama diajak lebih aktif hadir di tengah masyarakat. Salah satu bentuk nyata yang didorong adalah mengunjungi panti asuhan dan melakukan berbagai kegiatan sosial agar keberadaan Kementerian Agama benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Prof. Nasaruddin Umar juga mengingatkan pentingnya membangun hubungan yang setara di lingkungan kerja. Seluruh pejabat diminta menghadiri berbagai kegiatan yang diselenggarakan rekan kerja tanpa membedakan jabatan, termasuk kegiatan yang dilaksanakan oleh petugas kebersihan maupun tenaga pendukung lainnya.
Menurutnya, kebersamaan dan penghargaan terhadap seluruh unsur organisasi merupakan bagian dari budaya kerja yang harus terus dibangun di lingkungan Kementerian Agama.(*)

