MAKASSAR, UPEKS.co.id – Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar kembali menorehkan prestasi pada tahun 2026 melalui sejumlah pemeringkatan internasional. Capaian tersebut menjadikan posisi UMI sebagai perguruan tinggi swasta yang terus tumbuh dan berdaya saing, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Dalam tiga pemeringkatan utama pendidikan tinggi dunia tahun 2026, UMI menunjukkan tren peningkatan yang konsisten. Pada Webometrics 2026, UMI menempati peringkat 66 nasional dan peringkat ke-6 di kawasan Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua, sekaligus menjadi satu-satunya perguruan tinggi swasta dalam jajaran teratas wilayah tersebut.
Sementara itu, pada EduRank 2026, UMI berada di peringkat 114 nasional, peringkat 2.999 di Asia, serta tercatat sebagai perguruan tinggi swasta terbaik di Makassar. Adapun pada UNIRANKS 2026, UMI berhasil naik signifikan ke peringkat 73 nasional dari posisi 131 pada tahun sebelumnya.
Capaian ini menempatkan UMI sejajar dengan sejumlah perguruan tinggi negeri besar di kawasan timur Indonesia, seperti Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Makassar, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Halu Oleo, dan Universitas Tadulako.
Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, menyampaikan bahwa prestasi tersebut bukan sekadar pencapaian, melainkan amanah yang harus dijaga.
“Ini bukan tentang hebatnya UMI, tetapi kepercayaan masyarakat yang harus kami pertanggungjawabkan dengan kerja yang lebih sungguh-sungguh,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kontribusi seluruh civitas akademika, alumni, dan masyarakat yang telah mendukung kemajuan UMI. Menurutnya, kekuatan utama UMI terletak pada semangat kebersamaan dalam membangun institusi.
Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI, Prof. Dr. H. Mansyur Ramly, menegaskan bahwa prestasi merupakan hasil dari nilai yang dijaga secara konsisten.
“UMI dibangun untuk memberi manfaat. Prestasi adalah buah dari nilai, bukan tujuan utama,” katanya.
Senada, Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, menyebut capaian ini sebagai hasil kerja terencana dan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya penguatan tata kelola, transformasi digital, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta riset dan publikasi ilmiah.
Secara keseluruhan, tiga pemeringkatan tersebut mencerminkan kekuatan UMI dari berbagai aspek. Webometrics menilai visibilitas digital dan reputasi global, EduRank mengukur kualitas riset, sementara UNIRANKS menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap institusi.
UMI menegaskan bahwa capaian ini bukanlah titik akhir. Dengan berlandaskan Catur Dharma Perguruan Tinggi, UMI berkomitmen menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk karakter serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“UMI tidak sedang mengejar peringkat. UMI sedang menyiapkan masa depan,” terang Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar.(Jay)




