MAKASSAR, UPEKW – Kalla Institute menggelar berbagai kegiatan dalam Dieas Natalis ke 7 Tahun. Salah satu kegiatan yang digelar adalah donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) sebagai rangkaian Dies Natalis ke 7 pada Selasa (14/7) di lantai 6 Kalla Institute, Office Building Nipah Park Makassar. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen nyata semangat kepedulian sosial dan pengabdian kepada masyarakat.
Mengusung tema “Menghidupkan Harapan, Mengalirkan Kepedulian”, kegiatan ini mengajak mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, Insan KALLA, serta masyarakat umum untuk berpartisipasi dalam aksi donor darah. Selain mendukung ketersediaan stok darah di Kota Makassar, kegiatan ini juga menjadi upaya Kalla Institute dalam menumbuhkan budaya berbagi dan kepedulian sosial di lingkungan sivitas akademika.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Kalla Institute turut menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang dapat diakses oleh seluruh peserta. Layanan tersebut meliputi pemeriksaan mata, pemeriksaan gula darah, pemeriksaan tekanan darah, serta konsultasi dokter. Kehadiran layanan kesehatan tersebut memberikan nilai tambah bagi peserta sehingga mereka tidak hanya berkontribusi melalui aksi donor darah tetapi juga memperoleh kesempatan untuk memantau kondisi kesehatannya sebagai langkah preventif dalam menerapkan pola hidup sehat.
Amri Zainuddin, Ketua Acara Donor Darah Dies Natalis ke-7 Kalla Institute, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan Dies Natalis, tetapi juga menjadi momentum untuk mengajak sivitas akademika dan masyarakat berkontribusi melalui aksi kemanusiaan.
“Melalui kegiatan donor darah ini, kami ingin menjadikan peringatan Dies Natalis ke-7 Kalla Institute lebih bermakna dengan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berharap semakin banyak mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, insan KALLA, maupun masyarakat umum yang tergerak untuk mendonorkan darahnya. Setiap kantong darah yang terkumpul dapat menjadi harapan bagi mereka yang membutuhkan. Selain itu, kami juga menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis agar masyarakat semakin peduli terhadap kondisi kesehatannya. Semoga kegiatan ini dapat memperkuat semangat kepedulian, kolaborasi, dan pengabdian yang menjadi bagian dari nilai-nilai Kalla Institute ,” ujarnya.
Kolaborasi bersama PMI menjadi bentuk sinergi antara institusi pendidikan dan lembaga kemanusiaan dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Kehadiran PMI juga memastikan bahwa seluruh proses donor darah dilaksanakan sesuai dengan standar pelayanan dan prosedur medis yang berlaku sehingga memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pendonor.
Selain donor darah Kalla Institute kembali menghadirkan forum inspiratif melalui Ask The Leaders Episode 48 Dalam Rangka Dies Natalies Ke-7 Kalla Institute. Kegiatan ini mengangkat tema “Leading Without Authority: Menggerakkan Tim Tanpa Mengandalkan Jabatan”. Acara berlangsung pada Jumat, 17 Juli 2026, di Auditorium Kalla Institute, Lantai 6 Office Building Nipah Park, Makassar.
Pada kesempatan ini, Kalla Institute menghadirkan dua narasumber. Mereka adalah Bpk. Anhar Januar Malik Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, serta Bpk. Syarief Dienan Yahya Kepala Satuan Penjaminan Mutu Internal. Diskusi berlangsung interaktif.
Menurut Anhar Januar Malik, seorang pemimpin harus membangun kepercayaan melalui tindakan yang konsisten. Selain itu, komunikasi yang terbuka dan keteladanan menjadi fondasi utama dalam memimpin.
Sementara itu, Syarief Dienan Yahya menjelaskan bahwa setiap individu memiliki peluang untuk menjadi pemimpin. Hal tersebut tidak ditentukan oleh posisi atau jabatan yang dimiliki. Menurutnya, pengaruh positif tumbuh ketika seseorang mampu memberikan nilai tambah. Selain itu, kemampuan mendengarkan dan membangun kolaborasi juga menjadi faktor penting dalam menciptakan tim yang solid.
Melalui penyelenggaraan Ask The Leaders, Kalla Institute terus mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul. Tidak hanya kompeten secara profesional, peserta juga didorong memiliki karakter kepemimpinan yang kuat. Selain itu, program ini menjadi wadah berbagi pengalaman para pemimpin. Tujuannya adalah menginspirasi lahirnya budaya kerja yang kolaboratif, adaptif, dan berorientasi pada nilai-nilai perusahaan. (rls)

