GOWA, Upeks— Atmosfer religius dan penuh kekhidmatan menyelimuti Aula MAN Insan Cendekia Gowa pada Kamis (5/3/2026) dalam kegiatan Peringatan Nuzulul Qur’an dan Buka Puasa Bersama Civitas Academica.
Kegiatan keagamaan ini menjadi momentum reflektif bagi seluruh keluarga besar madrasah untuk meneguhkan kembali hubungan spiritual dengan Al-Qur’an sekaligus mempererat sinergi antara madrasah, orang tua, dan para pemangku kepentingan pendidikan keagamaan.
Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa, Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Parangloe, pengurus komite madrasah, unsur pimpinan madrasah, wakil kepala madrasah, Kepala Tata Usaha, para guru dan tenaga kependidikan, orang tua wali murid, tokoh masyarakat, tamu undangan, serta seluruh siswa MAN Insan Cendekia Gowa.
Rangkaian kegiatan berlangsung dalam nuansa keilmuan dan spiritualitas yang berpadu harmonis. Hal ini mencerminkan karakter MAN Insan Cendekia Gowa sebagai madrasah unggulan yang tidak hanya mengedepankan prestasi akademik, tetapi juga memperkuat nilai-nilai keislaman yang berakar pada Al-Qur’an.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa, H. Jamaris, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi MAN Insan Cendekia Gowa dalam membangun ekosistem pendidikan yang integratif dengan memadukan kecendekiaan intelektual, spiritual, dan sosial.
Menurutnya, momentum Nuzulul Qur’an hendaknya menjadi ruang kontemplasi bersama untuk memperkuat sinergitas, baik di lingkungan internal madrasah, antara madrasah dan komite, maupun dengan Kantor Kementerian Agama, sehingga tercipta kolaborasi yang solid dalam memajukan pendidikan Islam yang berkualitas.
Pada sesi tausiyah, KH. Alim Bahri, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gowa, menyampaikan hikmah Nuzulul Qur’an dengan pendekatan reflektif yang menggugah kesadaran spiritual para hadirin.
Ia menjelaskan bahwa turunnya Al-Qur’an bukan sekadar peristiwa historis dalam perjalanan peradaban Islam, melainkan titik kulminasi petunjuk Ilahi yang mengubah arah sejarah umat manusia.
Dalam ceramahnya, ia juga menekankan pentingnya doa sebagai salah satu instrumen keimanan yang memiliki kekuatan transformatif. “Doa adalah bahasa langit yang paling jujur. Ketika manusia berserah dengan penuh keyakinan, maka di sanalah keajaiban-keajaiban Ilahi bekerja dalam cara yang sering kali melampaui nalar manusia,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala MAN Insan Cendekia Gowa, Dr. Burhanuddin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi merupakan bagian dari ikhtiar madrasah dalam meneguhkan identitas Qurani bagi seluruh civitas academica.
“Momentum Nuzulul Qur’an ini adalah pengingat bahwa seluruh ikhtiar pendidikan di madrasah harus berakar pada nilai-nilai Al-Qur’an. Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak, Kementerian Agama, komite madrasah, para orang tua, guru, serta seluruh mitra strategis yang senantiasa membersamai perjalanan MAN Insan Cendekia Gowa dalam menumbuhkan generasi cendekia yang berintegritas, berilmu, dan berakhlak Qurani,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa sinergitas antara madrasah, orang tua, dan para pemangku kepentingan merupakan fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan mutu pendidikan di madrasah unggulan tersebut.
Usai rangkaian peringatan Nuzulul Qur’an, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama seluruh keluarga besar MAN Insan Cendekia Gowa yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.
Kebersamaan tersebut menjadi simbol kuatnya ukhuwah antara pimpinan madrasah, guru, siswa, orang tua, serta para tamu undangan yang hadir. Setelah berbuka puasa, seluruh jamaah kemudian melaksanakan shalat tarawih berjamaah, menutup rangkaian kegiatan dengan nuansa spiritual yang mendalam.(rls)

