Disdag Kota Makassar Gelar Makassar Ekspor and Trade Expo 2023

Peluang UMKM Go Internasional

Peluang UMKM Go Internasional

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Ini kesempatan. Ada peluang. Ada jaringan baru. Tidak kurang dari 40 pelaku usaha UMKM se-Makassar. Datang dan meramaikan even akhir tahun ini.

Makassar Export and Trade Expo 2023. Resmi dibuka. Oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Mario Said. Pameran ini digagas Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Makassar. Digelar selama dua hari. Sabtu – Minggu (16-17) Desember 2023. Di Main Atrium. Phinisi Point Makassar. Tidak jauh dari Pantai Losari.

Bacaan Lainnya
 

Ada busines matching, busines talk show coaching clinic with export, fashion show cilik, manual brewimg competition. Dan masih banyak games-games Lainnya.

Ajang ini menjadi arena pameran pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) atau Usaha Kecil Menengah (UKM). Yang telah melewati proses kurasi. Yang selama ini dibina di Kota Makassar.

Ini pameran pertama kali digelar Disdag Makassar. Diinisiasi Kepala Bidang (Kabid) Ekspor dan Impor Disdag Makassar, Indra Artati.

Asisten III Bidang Administrasi Umum Kota Makassar, Mario Said mengatakan, kegiatan ini sangat luar biasa.

“Kegiatan ini merupakan expo UMKM. Ini perlu mendapatkan perhatian dari Pemkot Makassar bagaimana perekonomian terus meningkat, utamanya UMKM dan UMKM ini banyak,” ungkap Mario.

Mario berharap ke depan UMKM dari Kota Makassar tidak hanya bisa menembus pasar tingkat reginonal atau nasional tapi internasional olehnya itu melalui kegiatan ini Pemkot Makssar melalui Disdag Kota Makassar melalui kegiatan tersebut para pelaku UMKM bisa melakukan coaching klinik.

“Coaching klinik, dilakukan kepada perlakukan sehingga untuk menembus pasar internasional dapat mengetahui apa-apa yang menjadi persyaratan untuk menembus pasar internasional,” tegas Mario.

Senada halnya yang diungkapkan Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Makassar Arlien Ariesta, Disdag Kota Makassar merupakan salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Makassar sebagai salah satu lembaga teknis yang membina sektor perekonomian di Makassar terutama di Sektor Perdagangan dan Perindustrian.

Sehingga Disdag Kota Makassar mempunyai peran yang sangat penting dalam menggerakkan roda perekonomian Kota Makassar termasuk diantaranya sektor Ekspor dan Impor.

“Untuk mewujudkan hal tersebut di atas, maka salah satu kegiatan seperti yang tengah kita lakukan saat ini yakni bagaimana meningkatkan nilai ekonomi suatu produk ekspor agar dapat bersaing di pasar internasional, baik dari segi kualitas maupun dari segi kuantitas,” ujarnya.

Hal ini, sambung Arlien tentunya sangat memerlukan energi dan tekad yang kuat guna pengoptimalan akan hasil yang maksimal.

“Pameran/expo adalah satu dari sekian banyaknya cara yang digunakan untuk memperkenalkan atau mempromosikan suatu produk kepada masyarakat umum dengan tujuan untuk bertukar informasi dan juga melakukan negosiasi perdagangan,” ucapnya.

Menurut Arlien pamerantersebut mempunyai karakteristik tertentu yang mampu membedakannya dengan acara lain, yaitu pameran adalah cara untuk menginformasikan sesuatu secara intuitif, kompleks, visual, dan juga jelas.

Selain itu, akan terjadi komunikasi secara dua arah di dalam pameran antara pihak penyelenggara dan juga pihak publik.

Olehnya itu kegiatan pameran bisa menjadi lahan bisnis bagi kaum pedagang dan pengusaha.

“Kegiatan pameran ini juga menjadi kesempatan liburan sederhana bagi para pengunjung. Oleh karena itu, Pemkot Makassar melalui Disdag Kota Makassar tertarik untuk mengadakan kegiatan pameran ini,” tukas Arlien.

Kata Arlien UMKM memiliki peranan penting dan strategis dalam struktur perekonomian di Kota Makassar, karena memberikan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto, Penyerapan tenaga kerja dan Ekspor.

Pemerintah Kota Makassar berupaya memberikan kontribusi terbaik untuk terus meningkatkan peran UMKM dalam perekonomian.

“Untuk itu Disdag Makassar fokus, membantu upaya pengendalian inflasi, mendorong UMKM potensi ekspor untuk mendukung upaya penurunan defisit transaksi berjalan,meningkatkan akses keuangan UMKM untuk mendukung stabilitas sistem keuangan,” tandas Arlien.

Menurut Arlien UMKM memiliki resiliensi dan kemampuan adaptasi yang lebih baik dalam menghadapi fluktuasi ekonomi. Namun, terdapat sejumlah kendala yang menghambat pertumbuhan dan perkembangan UMKM, baik dari segi pengelolaan maupun penguatan.

Diperlukan dukungan eksternal untuk memastikan eksistensi mereka tetap kuat.

Mencermati kondisi persaingan usaha saat ini yang semakin ketat dan kompetitif menuntut kita untuk lebih meningkatkan kemampuan SDM.

“Kegiatan ini juga setidaknya dapat menjadi motivasi bagi pengembangan SDM khusus bagi pelaku usaha ekspor unggulan dan ini akan terus digalakkan oleh Pemerintah Kota Makassar melalui Program Pengembangan Ekspor,” sambung Arlien.

Ia bilang Pemkot Makassar sangat konsisten untuk terus menumbuh kembangkan sektor usaha ekspor dengan harapan ke depan sektor ini dapat memberi kontribusi yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

“Ini bisa dicapai apabila kerja sama semua pihak dapat kita wujudkan sesuai ketentuan yang berlaku. Harapan kami tentu ini dapat berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi dan juga kesejahteraan masyarakat,” tutup Arlien. (aca)