ENREKANG, UPEKS.co.id — Suasana malam di Kabupaten Enrekang mendadak semarak. Nyala obor membelah jalan-jalan kota sebagai penanda bahwa semangat kemerdekaan kembali dikobarkan menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Tradisi tersebut berlangsung melalui Upacara Taptu dan Pawai Obor yang digelar Pemerintah Kabupaten Enrekang bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Minggu (16/8/2026) malam.
Rangkaian kegiatan dipusatkan di depan Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Enrekang, Jalan Sultan Hasanuddin, Kecamatan Enrekang. Upacara dimulai sekitar pukul 19.02 WITA dan dipimpin Dandim 1419/Enrekang Letkol Inf Hendra Kusuma Wijaya, S.Sos., M.M., sebagai Inspektur Upacara.
Momen paling sakral terjadi saat obor induk dinyalakan. Api yang berasal dari obor utama kemudian diteruskan kepada seluruh peserta, hingga cahaya obor serentak menyala dan mengiringi langkah peserta pawai.
Prosesi upacara berlangsung khidmat. Setelah penghormatan dan laporan Komandan Upacara, penyalaan obor menjadi tanda dimulainya tradisi Taptu yang setiap tahun digelar untuk menyambut Hari Kemerdekaan.
Perwira Upacara dipercayakan kepada Kapten Inf Hamzah Tahit yang menjabat Pasiter Kodim 1419/Enrekang. Sementara Letda Inf Tamsir, Pasandi Kodim 1419/Enrekang, bertugas sebagai Komandan Upacara.
Usai upacara, Forkopimda Enrekang secara resmi melepas peserta Pawai Obor. Barisan peserta kemudian bergerak menyusuri sejumlah ruas jalan dengan membawa obor yang terus menyala.
Rute pawai dimulai dari depan Rujab Bupati Enrekang menuju Tugu Bambu Runcing. Dari sana, rombongan melanjutkan perjalanan ke kawasan Putung Sapi, kemudian melewati Jalan Pancaitana Bungawalie, melintasi Jembatan Emas, sebelum akhirnya kembali ke titik awal di depan Rujab Bupati Enrekang.
Bukan sekadar seremoni, Taptu dan Pawai Obor menjadi simbol perjalanan perjuangan bangsa. Api obor dimaknai sebagai gambaran semangat perjuangan yang harus terus dijaga agar tidak padam, terutama di tengah generasi muda.
Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan kekompakan antara pemerintah daerah, TNI, Polri dan masyarakat dalam menjaga semangat kebangsaan. Momentum kemerdekaan pun dimanfaatkan untuk kembali mengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini lahir dari perjuangan panjang para pendahulu bangsa.
Bupati Enrekang H. Muh. Yusuf Ritangnga turut hadir bersama Ketua DPRD Enrekang Ikrar Eran Batu, ST., Kapolres Enrekang AKBP Ketut Yoga Saputra, S.I.K., serta jajaran Forkopimda lainnya.
Hadir pula Kasubsi Pertimbangan Hukum yang mewakili Kajari Enrekang Muthmainnah, S.H., M.H., Pj. Sekda Enrekang Dr. Zulkarnain Kara, AP., M.Si., Ketua Baznas Enrekang dr. H. Siswandi Mazmur, M.Kes., sejumlah Kepala OPD, para perwira Kodim 1419/Enrekang dan Polres Enrekang, serta tamu undangan lainnya.
Dari Enrekang, nyala obor itu menjadi pesan sederhana namun kuat: kemerdekaan bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga untuk terus diisi dengan persatuan, gotong royong dan kerja nyata.
Di tengah derap langkah peserta pawai dan cahaya obor yang menerangi jalanan, semangat para pejuang kembali dihidupkan. Sebuah tradisi lama yang tetap relevan untuk mengingatkan generasi hari ini bahwa menjaga persatuan adalah bagian dari perjuangan kemerdekaan. (Sry)

