Pasokan BBM SPBU Enrekang Kota Turun Separuh, Warga Kelimpungan

Pasokan BBM SPBU Enrekang Kota Turun Separuh, Warga Kelimpungan

ENREKANG, UPEKS.co.id — Masyarakat mengeluhkan terbatasnya pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Enrekang Kota.

 

Bacaan Lainnya

Kondisi tersebut membuat stok BBM di SPBU disebut cepat habis, sehingga masyarakat harus datang lebih awal atau mencari SPBU lain untuk mendapatkan bahan bakar.

 

Berdasarkan informasi yang diperoleh, pelayanan di SPBU tersebut saat ini disebut baru mulai sekitar pukul 10.00 WITA. Namun, stok BBM diperkirakan sudah habis sekitar pukul 14.30 WITA.

 

Salah seorang petugas SPBU menyebutkan, pasokan BBM yang diterima saat ini hanya sekitar 8.000 liter per hari.

 

Jumlah tersebut turun hingga separuh dibandingkan pasokan sebelumnya yang disebut mencapai sekitar 16.000 liter per hari.

 

“Sekarang sekitar 8.000 liter per hari. Sebelumnya sekitar 16.000 liter,” ujar petugas tersebut.

 

Terbatasnya pasokan tersebut berdampak pada masyarakat yang membutuhkan BBM untuk aktivitas sehari-hari. Warga harus mengatur waktu agar bisa mendapatkan BBM sebelum stok habis.

 

Kondisi itu juga dirasakan pelaku usaha kecil yang menggunakan BBM sebagai salah satu penunjang aktivitas usahanya. Ketika stok di SPBU habis, mereka terpaksa mencari SPBU lain yang masih memiliki persediaan.

 

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Enrekang melalui dinas terkait segera melakukan pengawasan dan berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk memastikan kondisi pasokan BBM di SPBU tersebut.

 

Masyarakat berharap pasokan BBM dapat kembali seperti sebelumnya, yakni sekitar 16.000 liter per hari. Dengan demikian, ketersediaan BBM diharapkan lebih mencukupi dan antrean maupun kesulitan mendapatkan BBM dapat diminimalkan.

 

Selain persoalan pasokan, warga juga meminta pemerintah dan pihak terkait melakukan penelusuran secara menyeluruh terhadap kondisi distribusi dan pelayanan BBM di tingkat SPBU.

 

Hal tersebut dinilai penting untuk memastikan penyaluran BBM berjalan sesuai ketentuan dan tidak merugikan masyarakat sebagai konsumen.

 

“Jangan sampai masyarakat yang menjadi korban. Kondisi seperti ini sangat merugikan masyarakat dan pelaku usaha kecil yang bergantung pada ketersediaan BBM,” keluh salah seorang warga.

 

Warga meminta pemerintah daerah dan Pertamina segera turun tangan melakukan pengecekan di lapangan, terutama untuk mengetahui penyebab berkurangnya pasokan BBM serta memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik.

 

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU, Pemerintah Kabupaten Enrekang maupun Pertamina terkait berkurangnya pasokan BBM tersebut.

 

Masyarakat berharap persoalan ini segera mendapat perhatian dan solusi, sehingga kebutuhan BBM di Enrekang, khususnya bagi masyarakat dan pelaku usaha kecil, dapat terpenuhi secara wajar. (Sry)