MAKASSAR CITY

Wujud Pengabdian Dosen Unifa Makassar

Wujud Pengabdian Dosen Unifa Makassar

Hasil dari wujud pengabdian yang dilakukan oleh dosen di lingkup Universitas Fajar Makassar oleh Amalia Zul Hilmi S.Sos, M.I.K dan Asmeati S.T,M.T,, berhasil melaksanakan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan judul pengabdian: PKM Budidaya Jahe Desa Betao Kabupaten Sidrap.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Universitas Fajar Makassar melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPP2M) ini telah terlaksana dengan baik di tengah-tengah pandemic Covid-19.

Permasalahan utama dalam memproduksi produk minuman masih terdapat beberapa kelemahan pada pembuatan minuman sarabba: Proses pembuatan sarabba sederhana, tetapi memerlukan waktu yang lama untuk membuatnya, disamping itu sediaan ini disiapkan sesaat sebelum diminum.

Untuk tetap mempopulerkan minuman tradisional masyarakat ini, maka perlu dikembangkan menjadi minuman siap saji (instant) dalam bentuk sediaan serbuk. Oleh karena itu untuk meningkatkan produksi sarabba mitra dibutuhkan sebuah pemanfatan teknologi tepat guna (TTG) yang dapat menunjang produktivitas dan kesejahteraan pelaku usaha minuman tradisional (sarabba).

 

Selain itu dilakukan pembuatan teknologi tepat guna dalam memproduksi sarabba cair di rubah menjadi sarabba siap saji (sarabba bubuk), selain pembuata alat teknologi tepat guna kegiatan PKM ini akan diberikan pelatihan pembuatan kemasan sarabba bubuk agar masa simpan sarabba dapat bertahan lama.

 

Selain itu pendmapingan manajemen usaha dan pelatihan strategi pemasaran akan dilakukan dengan harapan kesejahteraan pelaku usaha minuman tradisional sarabba dapat meningkat.

 

Pendampingan yang dilakukan berupa observasi, brainstorming dan diskusi, upaya perbaikan produk (kemasan, inovasi), pengoperasian mesin penyangrai, pemilihan pasar potensial serta cara pemasaran produk, penerapan manajemen pemasaran dan inovasi produk yang hiegienis dan halal.

 

Pembuatan mesin tepat guna berupa mesin penyangrai bubuk jahe yang daya tampung adonannya lebih besar dan terjaga dengan baik serta proses pemasakannya lebih cepat menjadi 45 – 60 menit dari awalnya 3 – 5 jam untuk proses menjadi jahe bubuk. Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan omset melalui peningkatan ketrampilan menggunakan mesin tepat guna (mesin penyangrai bubuk jahe), peningkatan omset melalui perbaikan kemasan produk dan inovasi cita rasa produk serta peningkatan kemampuan pembukuan hasil produksi dan keuangan usaha.

 

Pelaksanaan kegiatan produk olahan jahe berlangsung dengan lancar. Mitra mampu membuat produk olahan jahe berupa bubuk jahe instant. Dengan peralatan sederhana dan beberapa peralatan bantuan Tim PKM, mitra dapat membuat produk dengan kualitas subyektif dengan baik. Sanitasi dan hieginies dalam pengolahan produk juga sudah diperhatikan.

 

Pelaksanaan kegiatan ini dapat menjadi sebuah solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh mitra. Mereka jadi mudah dalam mengelola bahan baku. Produk juga berkembang menjadi produk yang lebih tahan lama dibandingkan dengan produk sebelumnya. Selain itu harga produknya juga dapat memberi keuntungan bagi mitra namun tidak merugikan bagi pembeli.

 

Meski mengadakan kegiatan di masa pandemik, tim tetap menerapkan protokol kesehatan dengan sangat ketat sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik. Para warga juga mampu memahami pentingnya menerapkan protokol Kesehatan.

 

 

Pada saat mengolah bahan baku pun kebersihan tetap menjadi prioriti oleh tim dan mitra.

 

Wujud pengabdian yang dilakukan oleh dosen di lingkup Universitas Fajar Makassar oleh Ahmad Thamrin Dahri, S.T.,M.T dan Asri Mulya Setiawan, S.T., M.T,, Telah berhasil melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan judul pengabdian: PKM Usaha Ternak Kambing Desa Jampu Kabupaten Soppeng.

 

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Universitas Fajar Makassar melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPP2M) ini telah terlaksana dengan baik di tengah-tengah pandemic Covid-19.

 

Permasalahan utama dalam bidang produksi pakan fermentasi basah meliputi jumlah atau kuantitas pakan fermentasi yang terbatas dan lamanya proses produksi pakan dikarenakan produksi pakan ternak masih dilakukan sendiri secara manual. Cara produksi pakan fermentasi yang dilakukan secara manual menyebabkan kuantitas pakan yang dihasilkan menjadi tidak maksimal, selain itu akan lebih banyak waktu yang tersita untuk menghancurkan bahan pakan berupa batang pisang karena ukuran batang pisang yang besar sedangkan alat yang digunakan masih sangat sederhana.

 

Salah satu hasil inovasi pakan ternak domba yang terbukti efektif dalam meningkatkan bobot domba adalah pakan fermentasi dengan metode HCS. Pakan fermentasi dengan metode HCS yang biasa disebut sebagai silase ini terbukti dapat meningkatkan bobot hewan ternak kambing dalam waktu yang cukup cepat, yakni kurang lebih antara 3-4 bulan pemeliharaan.

 

Pelatihan cara beternak/budidaya (komposisi pakan berkualitas, pemberian vitamin dan vaksin, sanitasi kandang) agar proses penggemukan domba pedaging bisa lebih efektif dan efisien dikarenakan bila nutrisi dan kesehatan domba senantiasa terjaga maka capaian bobot domba standart dapat segera tercapai dalam kurun waktu pemeliharaan ternak yang lebih singkat (sesuai target).

 

Pelatihan manajemen usaha (analisa usaha) dan manajemen pemasaran (strategi pemasaran ternak domba) agar mitra dapat mengelola usaha ternaknya lebih baik, mitra juga dapat melakukan analisa kelayakan usaha ternaknya, dapat menghitung keuntungan bersih yang dapat diperoleh besar BEP (titik impas) serta dapat memperluas daerah pemasaran ternaknya bila kelak jumlah ternak kambing mitra semakin meningkat.

 

Meski mengadakan kegiatan di masa pandemik, tim tetap menerapkan protokol kesehatan dengan sangat ketat sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik. Para warga juga mampu memahami pentingnya menerapkan protokol Kesehatan. Pada saat mengolah bahan baku pun kebersihan tetap menjadi prioriti oleh tim dan mitra.

 

Hasil dari wujud pengabdian yang dilakukan oleh dosen di lingkup Universitas Fajar Makassar oleh Yulhaidir S.I.Kom, M.I.Kom, Kurniawan Harun Rasyid S.T, M.T, dan Faris Jumawan, ST., M.T,, berhasil melaksanakan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan judul pengabdian: PKM Jamur Tiram Desa Beto Kabupaten Sidrap.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Universitas Fajar Makassar melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPP2M) ini telah terlaksana dengan baik di tengah-tengah pandemic Covid-19.

 

Permasalah dalam produksi keripik jamur tiram adalah peralatan masih Tradisional, tingkat kematangan dan kerenyahan kripik jamur tiram belum maksimal, kemasan keripik jamur tiram, manajemen dan teknik pemasaran.

 

Pelaksanaan kegiatan ini dapat menjadi sebuah solusi dari permasalahan yang dihadapi. Mereka jadi mudah dalam mengelola bahan baku. Produk juga berkembang menjadi produk yang lebih tahan lama dibandingkan dengan produk sebelumnya. Selain itu harga produknya juga dapat memberi keuntungan namun tidak merugikan bagi pembeli.

 

Meski mengadakan kegiatan di masa pandemik, tim tetap menerapkan protokol kesehatan dengan sangat ketat sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik. Para warga juga mampu memahami pentingnya menerapkan protokol Kesehatan.

 

Hasil dari wujud pengabdian yang dilakukan oleh dosen di lingkup Universitas Fajar Makassar oleh Kardina S.IP, M.A and Dr. Muliyadi Hamid, M.Si,, berhasil melaksanakan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan judul pengabdian: PKM Kelompok Tani Balleanging Desa Sombapalioi.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Universitas Fajar Makassar melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPP2M) ini telah terlaksana dengan baik di tengah-tengah pandemic Covid-19.

 

Permasalahhan yang di temukan adalah Limbah pertanian padi/jerami dan kotoran ternak belum dimanfaatkan petani, Petani tidak memiliki keterampilan mengolah limbah jerami dan kotoran ternak menjadi pupuk organik atau kompos, Petani belum menyadari pentingnya penggunaan pupuk organik untuk bertani yang ramah lingkungan, dan adanya motivasi petani untuk berusaha pupuk organik, namum tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan berwirausaha.
Sebelum ada alat pencacah jerami, maka hanya sebagian kecil petani yang mengaplikasikan jerami limbah menjadi pupuk bagi lahannya maupun pakan bagi ternaknya karena memakan banyak waktu dan tenaga, sementara petani masih harus mengerjakan persiapan penanaman berikutnya; sehingga mengakibatkan diandalkannya penggunaan bahan sintetis.

 

Dengan adanya alat pemotong jerami maka para peternak dalam pembuatan pakan ternak menjadi lebih mudah dan lebih cepat (produktivitasnya meningkat hampir 4 kali lipat). Dimana produk olahan pakan yang sudah jadi memiliki masa penyimpanan yang cukup lama (sekitar 3 bulan), sehingga dapat menjamin kontinuitas suplai pakan bagi ternaknya.
Pelaksanaan kegiatan ini dapat menjadi sebuah solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh para petani. Mereka jadi mudah dalam mengelola bahan baku. Produk juga berkembang menjadi produk yang lebih tahan lama dibandingkan dengan produk sebelumnya. Selain itu harga produknya juga dapat memberi keuntungan namun tidak merugikan bagi pembeli.

 

Meski mengadakan kegiatan di masa pandemik, tim tetap menerapkan protokol kesehatan dengan sangat ketat sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik. Para warga juga mampu memahami pentingnya menerapkan protokol Kesehatan.

 

Wujud pengabdian kepada masyarakat, yang dilakukan dosen di lingkup Universitas Fajar oleh Andi Febriana Tamrin, S.S, M.Hum dan Dr Parwoto, S.Pd, M.Pd berhasil melaksanakan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat(PKM) dengan judul pengabdian: PKM Paud Danica Kids School Tamalanrea Makassar.

 

 

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Universitas Fajar Makassar melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPP2M) ini telah terlaksana dengan baik di tengah-tengah pandemic Covid-19.

 

Beberapa permasalahan yang kami temui dari pihak guru PAUD Danica Kids adalah ketidaktepatan dalam melakukan kegiatan evaluasi akibat kurangnya pemahaman tentang proses mengevaluasi dengan pendekatan metode dan teknik penilaian dalam pembelajaran. Anak usia dini memiliki karakteristik perkembangan yang unik dan pesat serta memiliki modalitas kecerdasan yang berbeda-beda, sehingga evaluasi proses yang dilakukan sepanjang kegiatan pembelajaran sebenarnya lebih diperlukan sehingga tidak sesuai dengan tujuan evaluasi yang menjadi tolok ukur dari suatu kegiatan pembelajaran. Secara umum guru masih banyak yang melakukan kegiatan evaluasi secara tradisional, penilaian dilakukan pada akhir pembelajaran dan mengukur aspek kognitif saja. Selanjutnya permasalahan lain yang dialami guru-guru Danica Kids School terkait pembelajaran ramah anak. Guru-guru umumnya masih menggunakan cara-cara konvensioanal dalam mendidik yaitu menggunakan cara-cara yang tidak ramah anak untuk mendisiplinkan. Pemahaman tentang karakteristik perkembangan anak dan cara penanganan anak bermasalah yang menggunakan metode yang ramah anak masih rendah.

 

Dari permasalahan di atas, maka disepakati oleh tim PKM Bersama mitra untuk menyelesaikan permasalahan metode pembelajaran dan asesmen berbasis Multiple Intelligences. Permasalahan ini dapat diatasi melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan. Kegiatan pelatihan dimulai dari kegiatan tutorial tentang Asesmen perkembangan anak dan tutorial tentang multiple intelligences. Kegiatan ini dilanjutkan dengan workshop dan simulasi dalam bentuk peer evalution terhadap asesmen perkembangan anak berbasis multiple intelligences yang dirancang guru.
Melalui serangkaian kegiatan ini diharapkan akan menghasilkan guru-guru PAUD yang terampil mendesain pembelajaran ramah anak dan mendesain asesmen perkembangan anak berbasis multiple intelligences. Asesmen perkembangan anak berbasis multiple intelligences ini memiliki relevansi kuat terhadap prinsip pedagogis dan psikologis dalam pembelajaran sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013.

 

 

Wujud pengabdian kepada masyarakat, yang dilakukan dosen di lingkup Universitas Fajar oleh Asri Mulya Setiawan, S.T., M.T dan Kardina S.IP, M.A berhasil melaksanakan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat(PKM) dengan judul pengabdian: PKM Kelompok Tani Lonrong Kecamatan Liliriaja Kabupaten Soppeng.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Universitas Fajar Makassar melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPP2M) ini telah terlaksana dengan baik di tengah-tengah pandemic Covid-19.

 

Beberapa permasalahan yang kami temui pada Kelompok Tani Lonrong yang menjadi prioritas adalah petani hanya mengandalkan pupuk anorganik dalam berusaha tani, sehingga kegiatan pertanian yang dilakukan tidak ramah lingkungan, limbah jerami belum dimanfaatkan oleh petani menjadi pupuk, umumnya dibiarkan dan dibakar, petani belum memiliki keterampilan mengolah jerami menjadi pupuk organik/kompos, petani belum mengetahui adanya teknologi alat pencacah jerami, petani belum memiliki wawasan berwirausaha pupuk organic.
Berdasarkan permasalahan kelompok petani tersebut di atas, maka tim pelaksana PKM bersepakat dengan kelompok tani Lonrong untuk menangani persoalan prioritas yang dihadapi. Prioritas permasalahan yang akan ditangani oleh tim PKM bersama mitra adalah pengolahan jerami dan kotoran ternak menjadi pupuk organik/kompos, pemanfaatan alat pencacah jerami menggunakan motor penggerak, dan cara berwirausaha dengan produksi pupuk organik/kompos. Untuk mengatasi permasalahan mitra kelompok tani, maka solusi yang ditawarkan adalah memberikan pengetahuan tentang pertanian ramah lingkungan dengan memanfaatkan pupuk organik/kompos, memberikan keterampilan membuat pupuk organik dari bahan jerami dan limbah pertanian lainnya, memberikan keterampilan cara pengoperasian dan penggunaan alat mencacah rumput/jerami dengan teknologi sederhana dan tepat guna yang mengggunakan motor penggerak, memberikan pelatihan pengemasan berbagai ukuran untuk dapat dijual, memberikan pelatihan wirausaha tentang manajemen dan pemasaran.

 

Melalui kegiatan ini kami diharapkan kepala pemerintah setempat khusus kepala desa dan kecamatan Mattiro Bulu mampu menjadikan pengolahan limbah pertanian dan pertanakan menjadi pupuk organik sebagai unit usaha desa. Sehingga nantinya masyarakat desa menjadi masyarakat mandiri melalui peningkatan pendapatan petani dan penghasilan tambahan bagi mereka.

Wujud pengabdian kepada masyarakat, yang dilakukan dosen di lingkup UNIFA oleh Faris Jumawan, S.T., M.T, Wawan Darmawan, S.E., M.Si, dan Andi Febriana Tamrin, S.S., M.Hum. berhasil melaksanakan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan judul pengabdian: Pembuatan pupuk local guna mengurangi pengeluaran dalam pembelian pupuk.

 

 

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Universitas Fajar (UNIFA) Makassar melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ini telah terlaksana dengan baik di tengah-tengah Covid-19 yang dikondisikan.

 

 

Permasalahan utama dalam pembuatan pupuk seperti berubahnya musim dikarenakan pancaroba, kurangnya antusias oleh para masyarakat karena berkaitan dengan waktu yang dipilih pada saat kegiatan berlangsung, dan dilaksanakan dalam bulan Ramadhan dan pada masa pandemi.

 

 

Dengan adanya solusi untuk mengurangi pengeluaran dalam pembelian produk, semakin lama rakyat semakin tertarik untuk membantu, dikarenakan pemerintah juga turut serta dalam memberikan bantuan dalam berupa fasilitas tempat dan dorongan semangat, serta tersedianya pasokan bahan baku hayati yang menjadi penunjang produksi puput organik ramah lingkungan.

 

 

Pelaksanaan usaha pupuk ramah lingkungan kami harapkan mampu memberikan hasil yang efektif seperti banyaknya pupuk organic yang dibuat sendiri agar menjadi alternatif pupuk yang dibeli dari luar.

 

Dari hasil penggalian minat serta solusi yang diberikan, maka perlu diberikan pengetahuan dan keterampilan kepada petani dalam hal pengendalian hama secara hayati dengan pestsida organic yang ramah lingkungan. Pupuk organic ini diharapkan mampu memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada warga masyarakat dengan penggunaan alat dan mesin produksi yang disarankan tim agar dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses produksi pupuk organik, juga dapat mengelola manajemen usaha dan pemasaran yang tepat untuk mitra pada proses pendampingan.

 

 

Meskipun kegiatan ini dijalankan dengan menerapkan protokol kesehatan tapi para pembuat pupuk mampu dengan cepat menangkap materi pendampingan juga memberikan respon positif terhadap pengabdian dan kerjasama yang dilakukan dengan Universitas Fajar Makassar.

 

Wujud pengabdian kepada masyarakat, yang dilakukan dosen di lingkup UNM oleh Irwan Paserangi, S.Pd., M.T., Dr. Mulyadi Hamid, SE.M.Si., Prof.Dr.H. Mulyadi Nursi, M.Si. berhasil melaksanakan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan judul pengabdian: PPDM Unggas Berbasis Teknologi Tepat Guna Ramah Lingkungan Kabupaten Sidrap.

 

 

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Universitas Fajar (UNIFA) Makassar melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ini telah terlaksana dengan baik di tengah-tengah Covid-19 yang dikondisikan.

 

 

Permasalahan utama dalam PPDM Unggas Berbasis Teknologi Tepat Guna Ramah Lingkungan ini seperti masih rendahnya keterampilan yang dimiliki peternak dalam budidaya itik pedaging, kemampuan untuk membuat atau mengembangkan pembibitan itik masih kurang, tidak ada pengetahuan dan keterampilan membuat alat penetas telur itik, manajemen kendang dan sanitasi lingkungan yang masih rendah, pengelolaan pasca panen hanya dijual saja, dan pemasarannya masih local, penguatan kelompok dan manajemen usaha masih rendah, dan pengelolaan masih bersifat semi insentif., dan dilaksanakan dalam bulan Ramadhan dan pada masa pandemi.

 

 

Dengan banyaknya masalah yang kami hadapi, maka kami hanya memprioritaskan beberapa masalah seperti rendahnya kemampuan dan keterampilan budi daya ternak itik yang dimiliki, Masih lemahnya manajemen usaha dan penguatan kelompok, pengadaan bibit masih didatangkan dari luar, belum ada usaha yang dilakukan dalam memproduksi bibit itik, belum ada keterampilan membuat pakan ternak dengan teknologi tepat guna, belum adanya pengolaan limbah ternak, perbaikan kandang dan sanitasi.

 

 

Pelaksanaan ternak itik ini kami harapkan mampu memberikan manfaat khususnya peternak bebek yang lebih meningkatkan ternaknya khususnya dalam hal manajemen keuangan, kewirausahaan, perbuatan pakan ternak dan variasi produk. Peternak sudah mulai menghitung perencanaan kedepan dan memperluas usaha pemasarannya. Peternak juga sudah memulai menggunakan pakan ternak yang dibuat sendiri guna mengurangi penggunaan pakan ternak dari pelet.

 

Wujud pengabdian kepada masyarakat, yang dilakukan dosen di lingkup UNIFA oleh Dr. Muliyadi Hamid, SE. M.Si dan Irwan Paserangi.S.Pd, M.T., berhasil melaksanakan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan judul : PKM Usaha Mebel Ujungloe Kabupaten Bulukumba.

 

 

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Universitas Fajar melalui Lembaga Penilaian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPP2M) UNM ini telah terlaksana dengan baik di tengah-tengah Covid-19 yang dikondisikan.

 

 

Permasalahan utama dalam pengembangan usaha mebel adalah rendahnya mutu bahan baku sehingga mempengaruhi kualitas produk, inovasi desain produk yang masih sederhana, kualitas finishing yang masih rendah, serta kurangnya manajemen usaha dan sistem pemasaran yang lemah.

 

 

Dengan adanya inovasi baru oleh Muliyadi Hamid terbukti efektif dalam meningkatkan bahan baku yang berkualitas dengan dilakukannya pengawetan terhadap kayu yang digunakan, menjadikan produk lebih bermotif dengan dilakukannya pelatihan desain produk mebel yang lebih bermotif, dan menjadikan produk lebih berkualitas secara visual dengan diterapkan finishing menggunakan teknik duco. Selain itu, ada juga penghematan waktu selama 5 hingga 6 jam dalam proses pembuatan produk karena menggunakan alat yang lebih modern. Dalam hal ini sangat membantu di bidang produksi mebel yang sebelumnya masyarakat Kecamatan Ujungloe Kabupaten Bulukumba dilakukan dengan tidak aman dan membahayakan keselamatan kerja karena peralatan seperti alat potong dan alat pengulir kayu atau alat pembuat teralis yang dimiliki masih sederhana.

 

 

Pelaksanaan usaha mebel ini diharapkan mampu memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada warga masyarakat dalam memproduksi mebel dengan pengawetan kayu terlebih dahulu yang disarankan tim agar menghasilkan bahan baku yang berkualitas, juga dapat mengelola manajemen usaha dan strategi pemasaran yang tepat untuk mitra pada proses pendampingan.

 

 

Meskipun kegiatan ini dijalankan dengan menerapkan protokol kesehatan tapi masyarakat mau dan mampu menangkap materi pendampingan juga memberikan tempat kegiatan yang sangat mendukung dan respon positif terhadap pengabdian yang dilakukan dengan Universitas Fajar.

 

Wujud pengabdian kepada masyarakat, yang dilakukan dosen di lingkup UNIFA oleh Safaruddin, S.Si, M.T dan Andi Yusri, S.I, M.T., berhasil melaksanakan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan judul : PKM Usaha Kreatif Acrylik Kabupaten Pangkep.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Universitas Fajar melalui Lembaga Penilaian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPP2M) UNM ini telah terlaksana dengan baik di tengah-tengah Covid-19 yang dikondisikan.

Permasalahan utama dalam pengembangan usaha akrilik adalah peralatan yang digunakan masih manual sehingga tidak bisa mengembangkan variasi produk, belum profesionalnya manajemen usaha yang ada sehingga manajemen tidak dapat melakukan evaluase kinerjanya apakah usaha tersebut sudah berkembang atau stagnan, dan kurangnya strategi pemasaran.

Dengan adanya inovasi baru oleh Safaruddin terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas produksi dengan diadakannya alat “pemotong acrylik” dan terbukti dapat meningkatkan kapasitas produksi dalam kurun waktu singkat. Kelebihan dari adanya alat “pemotong acrylik” ini adalah waktu yang dibutuhkan untuk proses produksi lebih singkat dengan perolehan hasil yang banyak dan presisi. Dalam hal ini sangat membantu di bidang produksi pembuatan benda berbahan dasar acrylik yang sebelumnya masyarakat kabupaten Pangkep dilakukan secara manual dengan menggunakan sistem “kira-kira” sehingga menyebabkan hasil produk yang tidak presisi dan lamanya proses produksi dengan hasil yang sedikit.

Pelaksanaan usaha kreatif acrylik ini diharapkan mampu memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada warga masyarakat dalam memproduksi benda berbahan dasar acrylik dengan penggunaan alat “pemotong acrylik” yang disarankan tim agar meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil produk, juga dapat mengelola manajemen usaha dan strategi pemasaran yang tepat untuk mitra pada proses pendampingan.

Meskipun kegiatan ini dijalankan dengan menerapkan protokol kesehatan tapi masyarakat mampu dengan cepat menangkap materi pendampingan juga memberikan tempat pelaksanaan yang sangat mendukung dan respon positif terhadap pengabdian yang dilakukan dengan Universitas Fajar.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top