Peringati Hari Kanker Kepala Leher Melalui Webinar 27 Juli 2020

  • Whatsapp
Peringati Hari Kanker Kepala Leher Melalui Webinar 27 Juli 2020

Peringati Hari Kanker Kepala Leher Melalui Webinar 27 Juli 2020

MAKASSAR.UPEKS.co.id—Yayasan Kanker Indonesia (YLKI) Cabang Sulsel 27 Juli akan mengadakan webinar  dalam rangka memperingati hari Kanker Kepala dan Leher.

Bacaan Lainnya

Webinar ini digagas oleh Ibu Gubernu Provinsi Sulawesi Selatan, Ir. Hj. Lies F. Nurdin M.Fish, mengusung tema  “Mari Kenali Jenis dan Tanda Kanker pada Kepala Leher”. Sebagai Ketua YLKI cabang Sulawesi Selatan.

Ibu Gubernur yang akrab disapa Ibu Lies, sangat antusias melaksanakan webinar ini salah satu tujuannya adalah  karena masih kurangnya pemahaman masyarakat tentang jenis kanker kepala leher, sehinggadiharapkan di  webinar ini masyarakat dapat lebih jelas mengatahui tanda-tanda dini sejak awal jenis kanker ini.

Karena itu Ibu Lies juga akan memassivkan pemahaman tentang kanker melalui berbagai tulisan dari para pakar  kanker yang akan ditayangkan di medsos dan koran setiap sebulan sekali disamping dilakukan webinar.

Webinar akan dimaulai dengan Opening Speech oleh Ibu Ir. Hj. Lies F. Nurdin M.Fish, juga menghadirkan tiga  Narasumber terdiri dari ; Dr. dr.Nani I. Djufri, Sp.THTKL(K),FICS, Dr.dr. Rina Masadah,M.Phil, Sp.PA(K),DFM, Dr. Nurlina Subair, M.Si.

Kegiatan akan dipandu moderator dr. Nurul Ar M, M.Kes. Dilaksanakan pukul 9.00, dan dapat dikuti semua  kalangan secara Zoom dengan Id meeting :4713968660, passwrd: cancerday.

Untuk mengetahui lebih awal tentang penyakit Kanker Kepala Leher berikut pembahasan singkat salah satu jenis  kanker yang berkenaan Kanker Kepala Leher oleh Dr. dr.Nani I. Djufri, Sp.THTKL(K),FICS.

Karsinoma Nasofaring adalah jenis kanker yang tumbuh di rongga belakang hidung dan belakang langit-langit  rongga mulut (fossa rosenmuller).

Berdasarkan data Global Cancer Observatory, angka kejadian karsinoma nasofaring lebih banyak terjadi pada  laki-lakidi banding perempuan,  53,43% pada laki-laki dan 46,57% pada perempuan.

Karsinoma Nasofaring terutama ditemukan pada usia produktif, 60% pasien berusiaantara 25 hingga 60 tahun.

Penyebab melibatkan tiga faktorutama, infeksi Epstein-Barr Virus (EBV), kerentanangenetik, dan faktorlingkungan. Infeksi Epstein-Barr Virus (EBV), Hubungan antara kankerna sofaring dan EBV pertama kali diteliti pada tahun  1966, didapatkan adanya antibodi IgG dan IgA yang bekerja melawan komponen EBV pada pasien dengan  karsinoma nasofaring.

KerentananGenetik Angka kejadian karsinoma nasofaring 20-50 kali lipat lebih tinggi terjadi di Cina Bagian  Selatan dibandingkan populasi negara barat. Angka kejadian lebih tinggi pada ras Asia dan Afrika dibandingkan  Eropa dan Amerika Utara.

Ditemukanadanyakerentananlokusgenetik yang berhubungan dengan gen HLA kelas I pada lokuskromosom 6p21.

Beberapa studi melaporkan bahwa konsumsi makanan yang diasinkan dapat meningkatkan risiko karsinomana  sofaring. Hal ini diduga berkaitan dengana danya kandungan nitrosamine.

Selain itu, konsumsi obat herbal juga dilaporkan meningkatkan risikokarsinomana sofaring pada populasi Asia.

Beberapa obat herbal diduga menginduksi ekspresi EBV lytic antigen sehingga menyebabkan seseorang lebih  rentan terkena karsinomana sofaring.

Paparan terhadap formaldehid/zatkimia, debu kayu, asap, dan polutan juga dilaporkan dapat menyebabkan karsinomanasofaring.

Pekerjaan yang sering terpajan dengan formaldehid/zatkimia, debukayu, parfum, dan bahankimiawi dinilai dapat  menjadi faktor risiko terjadinya karsinomana sofaring melalui peningkatan inflamasikronik pada nasofaring.

Merokok dinilai memiliki hubungan kuat dalam meningkatkan risiko terjadinya karsinomana sofaring terutama pada
populasi risikorendah.

Gejala awal, Telinga  berdengung terasa penuh,
Kemampuan pendengaran menurun,Hidung tersumbat dan mimisan

Gejala perluasan otak yang ditandai dengan sakit kepala, matajuling (diplopia), nyeri wajah, wajahkebas, munculnya  benjolan leher yang semakin lama semakin membesar.

PEMERIKSAAN PENUNJANG, Biopsi adalah pemeriksaan yang penting untuk menegakkan diagnosis pasti dari  karsinomana sofaring.

Untuk menentukan stadium kanker, dapatdilakukanpemeriksaan CT Scan atau MRI, juga foto thorax (foto dada),  USG Abdomen (USG perut) dan Bone survey (fototulang-tulangpanjang).

Pemeriksaan laboratorium seperti pemeriksaan darah lengkap diperlukan pada pasien kanker nasofaring.

Pemeriksaan serologi titer EBV, seperti IgA dan IgG juga dapatdi kerjakan meskipun bukan merupakan alat  diagnostik untukkan kernasofaring.

Pilihan penatalaksanaan karsinomana sofaring adalah radioterapi, kemoterapi, dan tindakan operatif sesuai  keadaan masing-masing pasien.

Radioterapi Radioterapi merupakan pilihan utama tatalaksana dari karsinomana sofaring. Karsinomana sofaring  merupakan kanker radiosensitif, sehingga radioterapi merupakan pilihan utama dari semua stadium karsinomana  sofaring tanpa metastasis.

Kemeterapi,penggunaan radio terapi bersama dengan kemoterapi dilaporkan dapat meningkatkan angka  kesembuhan pasien karsinomanasofaring. Kemoradio terapidi rekomendasikan pada pasien karsinomana  sofaring stadium III dan IV.

Tindakan operatif untuk pengambilan tumor primer yang masih kecil, dan pengangkatan kelenjar limfe yang masih  ada pasca terapi.

PENCEGAHAN,Menciptakanlingkunganhidup dan lingkungankerja yang sehat
• Hindari polusiudara, kontak dengan gas hasilzat-zatkimia, asap industri, asap kayu, asap rokok, asap minyak  tanah dan polusi lain yang dapat mengaktifkan virus epstein bar

• Hindarimengonsumsimakanan yang diawetkan, makanan yang panas. Olahraga, Istirahat yang cukup. (rls).

Pos terkait