ANEKA

Empat Paslon, Appi-ARB Pepet Danny-Fatma

MAKASSAR, UPEKS.co.id- Jika Pilwalkot Makassar 2020 diikuti empat pasangan calon (paslon), hanya dua  kandidat yang akan bersaing ketat di papan atas.

Kedua kandidat itu adalah pasangan Moh Ramdhan Pomanto – Fatmawati (Danny-Fatma dan pasangan Munafri  Arifuddin – Abdul Rahman Bando (Appi-ARB).

Peta itu didasarkan pada hasil survei terbaru PT General Survei Indonesia (GSI) yang diekspose pada Minggu  (28/6/2020) di Swissbelinn Hotel, Panakkukang, Makassar.

“Jika Pilwalkot diikuti empat paslon, maka Danny-Fatma dan Appi-ARB bersaing ketat di papan atas. Sementara  elektabilitas dua paslon lain tidak begitu signifikan,” kata Direktur Eksekutif PT GSI, Herman Lilo.

Dalam surveinya, Danny-Fatma memperoleh elektabilitas sebesar 36,8 persen disusul Appi-ARB dengan  elektabilitas 32,5 persen.

Sementara pasangan Syamsu Rizal-Fadli Ananda (Ical-Fadli) harus puas diperingkat ketiga dengan perolehan  elektabilitas 19,6 persen. Kemudian Irman Yasin Limpo-Yagkin Padjalangi (None-Yagkin) menempati peringkat  buncit dengan elektabilitas hanya 3,1 persen.

Adapun pemilih yang belum mempunyai pilihan atau merahasiakan jawabannya sebesar 8 persen.

“Ini adalah gambaran jika pilwakot berlangsung hari ini. Elektabilitas para calon masih mungkin untuk berubah,  entah itu naik atau turun tergantung kerja-kerja pemenangan mereka,” imbuh Herman.

Survei ini digelar pada 18-25 Juni 2020 dengan jumlah sampel 1.200 responden yang tersebar secara  proporsional berdasarkan jumlah DPT di semua kelurahan di Kota Makassar. Pemilihan sampel dilakukan dengan  metode multistage random sampling. Sementara margin of error diperkirakan sebesar +/- 2,8 persen.

Saat ini Danny-Fatma telah mengantongi rekomendasi Partai Nasdem sementara Ical-Fadli mengantongi  rekomendasi PDIP.

Pasangan Appi-ARB diprediksi akan mengendarai koalisi partai gemuk yang terdiri atas PPP, Perindo, Berkarya,  Demokrat, bahkan juga Gerindra dan Golkar.

Danny-Fatma Pasti Kalah

Direktur PT GSI, Herman Lilo menganalisis peluang Danny-Fatma memenangkan Pilwalkot sangat tipis. Hal ini  berdasarkan rekam tren elektabilitas mantan Walikota Makassar periode lalu itu selama ini.

Apalagi dalam semua simulasi, pasangan Danny-Fatma hanya menang tipis terhadap para calon penantang.  Perbedaan tipis dan kecenderungan tren negatif menjadi biang kekalahan Danny.

“Adalah kecelakaan bagi seorang petahana jika elektabilitasnya berbeda tipis dengan penantang. Apalagi  petahana selalu menjadi musuh bersama para penantang. Orang yang diasosiasikan sebagai petahana, lalu tren  surveinya negatif (turun.red), itu akan mengalami turbulensi sampai hari H nanti,” tegas Herman.

Adapun tren Ical-Fadli diakui meningkat positif bersama-sama dengan tren Appi-ARB.

Menurut Herman, lonjakan  elektabilitas Ical-Fadli cukup banyak dipengaruhi oleh kerja-kerja kampanye terselubung yang dilakukan Palang Merah Indonesia (PMI) Makassar selama masa pandemi Covid-19.

“Penggunaan PMI oleh Deng Ical pada masa pandemi itu memang sangat efektif dan terus mengangkat  elektabilitas beliau. Tapi pada masa kampanye resmi nanti, dia tidak lagi bisa bergerak menggunakan PMI. Karena  sangat riskan melanggar aturan kampanye,” lanjut Herman. (mah).

Loading...

#TRENDING

To Top