Tim Riset Polipangkep Kolaborasi UIM Hadirkan Living Laboratorium Ekonomi Berbasis Kelapa di Kepulauan Selayar

Tim Riset Polipangkep Kolaborasi UIM Hadirkan Living Laboratorium Ekonomi Berbasis Kelapa di Kepulauan Selayar

Makasaar,Upeks.co.id– Tim riset gabungan Politeknik Pertanian Negeri Pangkep (Polipangkep) berkolaborasi dengan Universitas Muslim Indonesia (UIM) menghadirkan Living Laboratorium Ekonomi Berbasis Kelapa di Kabupaten Kepulauan Selayar, sebagai upaya mengoptimalkan potensi kelapa melalui inovasi berbasis sains dan teknologi.

Program tersebut merupakan bagian dari BESTARI SAINTEK “The Green Gold Kelapa” yang bersinergi dengan Program GEMERLAP SELAYAR Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, pada 25–27 Juli 2026, di Aula Desa Bontolempangan, Kecamatan Buki, Kepulauan Selayar.

Bacaan Lainnya

Ketua Tim Riset, Dr. Zulfitriany D. Mustaka, SP., MP., mengatakan program ini tidak hanya berfokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga membangun kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mengembangkan ekonomi berbasis sumber daya lokal.
Tim Riset Polipangkep Kolaborasi UIM Hadirkan Living Laboratorium Ekonomi Berbasis Kelapa di Kepulauan Selayar
Menurutnya, tim riset memberikan pelatihan kepada kelompok masyarakat Desa Bontolempangan, Dekranasda, serta TP PKK Kabupaten Kepulauan Selayar. Pendekatan yang diterapkan mengedepankan kokreasi sehingga masyarakat tetap menjadi pelaku utama dalam pengembangan produk berbasis kelapa.

“Kami tidak sekadar melakukan transfer teknologi. Masyarakat memahami motif dan ikon Wastra Selayar, sementara kami mendukung melalui pendekatan sains dan teknik pewarnaan sehingga lahir inovasi yang bernilai ekonomi,” ujar Zulfitriany dalam keterangan resminya yang diterima di Makassar, Rabu (3/8/2026).

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains Teknologi, Bapak Prof. Yudi Darma dan LPDP, atas fasilitasi pendanaan riset tahun 2026 ini,” ucapnya menambahkan.
Tim Riset Polipangkep Kolaborasi UIM Hadirkan Living Laboratorium Ekonomi Berbasis Kelapa di Kepulauan Selayar
Pembukaan kegiatan dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Kepulauan Selayar, Muhtar, Sekretaris Daerah, jajaran organisasi perangkat daerah, Ketua TP PKK yang juga Ketua Dekranasda Kabupaten Kepulauan Selayar, para camat, serta kepala desa di Kecamatan Buki.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Wabup, disampaikan bahwa program tersebut selaras dengan arah pembangunan Kabupaten Kepulauan Selayar 2025–2029, khususnya dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal dan hilirisasi produk unggulan daerah.

Tim riset kolaboratif Polipangkep dan UIM beranggotakan enam akademisi lintas bidang, yakni Zulfitriany D. Mustaka, Mauli Kasmi, Luqman Saleh, Helda Ibrahim, Siti Muriyana, dan Suriati. Keberagaman kompetensi tim diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang aplikatif dan berkelanjutan bagi masyarakat kepulauan.

Melalui program ini, tim menargetkan tiga dampak utama, yakni meningkatkan pendapatan masyarakat hingga 40 persen melalui produk unggulan berbasis kelapa, mengurangi limbah sabut kelapa yang diperkirakan mencapai lebih dari 50 ton per tahun, serta memperkuat identitas Wastra Selayar melalui inovasi Cocodye, pewarna alami berbahan kelapa yang menjadi kebaruan riset.

Inovasi tersebut melengkapi pemanfaatan kelapa yang sebelumnya telah dikembangkan menjadi cocopeat, cocorope, cocomesh, virgin coconut oil (VCO), kopra, dan briket, sekaligus mendukung konsep ekonomi sirkular dan amanat Pasal 33 UUD 1945 tentang pemanfaatan sumber daya alam sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.(rif)