MAKASSAR.UPEKS.co.id—Majelis Taklim (MT) Ukhuwah UMI bagi-bagi sembako ke masyarakat kurang
mampu. Diantaranya, pemulung, sopir online, penderita kusta, sopir angkot dan tukang batu, Jumat (17/4).
Bakti sosial ini, wujud tingginya atensi terhadap masyarakat yang sangat membutuhkan di tengah mewabahnya pandemi Corona Virus Disease (Covid-19).
“Program bagi sembako ini bentuk kepedulian pengurus dan anggota Majelis Taklim Ukhuwah UMI pada masyarakat. Semoga bermanfaat dan meringankan beban mereka, kata Ketua MT Ukhuwah UMI, Dr. Hj. Amirah Kallabe, SE.,MM.
Saat beri keterangan, hadir mendampingi, Ketua Panitia Peduli MT UKhuwah UMI, Dr. Ir Hj. St Rahbiah Busaeri,MS di sela-sela program bagi sembako kepada masyarakat kurang mampu.
Menyinggung jumlah paket sembako yang disalurkan, Amirah yang juga alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI ini mengungkapkan, alhamdulillah dari donasi Pengurus dan anggota MT Ukhuwah UMI, tersalur 200 paket sembako.
Sehari sebelumnya, MT Ukhuwah UMI kerjasama Tim Crisis Centre UMI juga bagi-bagi sembako ke cleaning service,satpam kampus UMI, warga sekitar kampus UMI dan mahasiswa yang tidak sempat mudik karena Covid 19.
Selain itu, MT Ukhuwah UMI juga membagikan 100 APD ke beberapa rumah Sakit di Sulsel. Diantaranya, RS Ibnu Sina YW UMI, RS Sayang Rakyat, RS Daya, dan Satgas Pencegahan Penanggulangan Covid 19 Pemprov Sulsel dan TBM UMI.
Dengan adanya pemberlakukan stay at home (di rumah saja), apalagi diterbitkannya Surat Edaran Gubernur Sulsel menjelang PSBB di-15 kecamatan di Kota Makassar untuk mencegah penyebaran virus Corona, tentunya berdampak terhadap perekonomian masyarakat.
”Mencermati realita sosial itu, MT Ukhuwah terketuk hatinya dan merasa terpanggil untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat. Kami segera mengumpulkan donasi untuk ikut meringankan beban mereka. Semoga bermanfaat,” kata Amirah Kallabe.
Sementara itu, Ketua Bidang Sosial MT Ukhuwah UMI, Hj. Ernawati Hanafi menambahkan, Insya Allah, Program Peduli MT Ukhuwah akan berupaya dilanjutkan kembali yang sasarannya, komunitas warga yang dinilai benar- benar membutuhkannya. (rls).




