MAKASSAR.UPEKS.co.id—Jaringan PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) mengalami lonjakan trafik data yang signifikan sepanjang sepekan masyarakat menerapkan bekerja dan belajar dari rumah.
Data dari pusat pemantauan jaringan Customer Experience and Service Operation Center menunjukkan kenaikan cukup tajam yaitu rata-rata sebesar 10% dibandingkan hari normal pada trafik penggunaan seluruh layanan data dalam cakupan nasional.
Akses ke aplikasi-aplikasi penunjang kerja dan belajar dari rumah menjadi favorit pelanggan, dengan kenaikan trafik tertinggi sebesar 48 persen.
Khusus di Sulawesi, rata-rata kenaikan trafik data tercatat sebesar 13%, dengan Kabupaten Barru Provinsi Sulawesi Selatan mencatat kenaikan tertinggi sebesar 19 persen.
(Plt) Chief Teknologi Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa mengatakan, di luar Lebaran dan Natal/Tahun Baru, ini adalah kenaikan trafik data secara nasional yang tertinggi.
” Kenaikan trafik tertingginya mencapai 15% dibanding hari biasa. Pemicunya terutama adalah akses ke layanan data penunjang bekerja dan belajar dari rumah,” ujarnya.
Selain itu, program dukungan XL Axiata dengan memberikan free 2GB per hari untuk akses ke layanan data tertentu itu juga telah dimanfaatkan secara maksimal oleh pelanggan di berbagai daerah.
” Kami akan terus memantau situasi dan kondisi yang ada, untuk menyiapkan jaringan lebih lanjut sebagai antisipasi dalam menghadapi segala kemungkinan yang muncul di hari-hari mendatang,” terangnya.
Gede menambahkan, hingga sepekan terakhir, pihaknya belum menambah kapasitas jaringan yang ada karena memang sudah dipersiapkan untuk bisa menampung kenaikan trafik hingga 2x dari trafik hari normal.
Meski demikian, opsi untuk meningkatkan kapasitas selalu terbuka kapan saja dengan menyesuaikan pada
kebutuhan pelanggan. Selain itu, XL Axiata juga siap menjaga kualitas jaringan dengan mengerahkan semua
kemampuan seperti layaknya saat menghadapi lonjakan trafik Lebaran.
” Beberapa langkah di antaranya adalah mengerahkan mobileBTS (MBTS) untuk lokasi-lokasi yang memerlukan,
juga melakukan rekayasa pengalihan trafik ke jaringan yang lebih longgar,” ujarnya. (Mimi).




