MAKASSAR.UPEKS.co.id—Forum Pemimpin Perempuan Makassar (FPPM) Sulsel, menyambut peringatan Hari Perempuan Internasional 2020, dengan menggelar pemilihan tokoh pria inspiratif award 2020.
Kegiatan itu melibatkan partisipasi masyarakat dengan mengisi https://forms.gle/pU9Vr4NVnq8wL8nT9, paling lambat 11 Maret 2020, sudah diterima masukannya.
Demikian Ketua FPPM Sulsel, Ir. Hj. Nur Fadjri Fl, M.Pd. di Gedung Islamic Centre IMMIM, Jl.Sudirman, Selasa (3/3).
Menurut Ulfah-sapaan akrab Nur Fadjri, Forum Pemimpin Perempuan Makassar (FPPM) Sulsel, merupakan salah satu lembaga yang turut ambil bagian dalam peringatan hari perempuan international berkolaborasi dengan lembaga pemerhati dan pemberdayaan perempuan lainnya.
FPPM adalah forum yang menghimpun pemimpin perempuan di Sulawesi Selatan dengan latar belakang keberagaman pendidikan, profesi, budaya dan agama.
Alhamdulillah, kami dari pengurus telah melaksanakan pertemuan, 1 Maret 2020, dengan agenda desain program dalam rangka peringatan Hari Perempuan Internasional tahun ini, tepatnya 14 Maret 2019, yang dipusatkan di PAKUI, Jl. Pettarani. Tema sentral masing-masing setara dan Stop Perkawinan Anak. Kami menyepakati gelar pemilihan tokoh pria inspiratif award tahun 2020.
FPPM bervisi meningkatkatkan kapasitas perempuan dalam hal toleransi dan pemberdayaan melalui berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Pencapaian visi tersebut, tidak akan berjalan mulus dalam pencapaiannya, perlu melibatkan dukungan kaum pria sebagai mitra sejajar, ujar ulfa yang juga Ketua YASDIC IMMIM Unit
Kepesantrenan IMMIM Putra Makassar ini.
Ulfa menambahkan, Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day, bukan hanya merupakan peringatan seremonial saja, tapi lebih jauh peringatan hari Perempuan Internasional memiliki makna yang sangat besar bagi seluruh perempuan di dunia.
Moment yang bersejarah dimana pada tanggal tersebut, seluruh perempuan di dunia merayakan dan menyampaikan berbagai permasalahan dan kondisi yang dialami oleh para perempuan di dunia dari berbagai aspek, aspek. Termasuk aspek ekonomi, politik, hingga aspek sosial yang dialami perempuan.
“Moment hari perempuan Internasional ini adalah tonggak sejarah perjuangan bagi seluruh perempuan di dunia,” tandas Ulfah. (rls).




