BULUKUMBA,UPEKS.co.id Anggota DPRD Bulukumba Andi Hamzah Pangki menyampaikan usulan Kabupaten Bulukumba
untuk dilakukan Lockdown berbasis desa.
“Covid-19 memang sedang melanda dunia. Wabah ini begitu cepat menjalar seiring dengan tingginya mobilitas
warga dunia, termasuk di Indonesia dan terkhusus di Bulukumba. Pola penanganan yang saat ini begitu populer dan massif yaitu melakukan Lockdown, dimana warga tidak diperkenankan melakukan berbagai kegiatan dan harus tinggal dirumah demi mencegah menyebarnya wabah Covid-19,” kata Hamzah Pangki.
Hanya saja, legislator Golkar ini mengemukakan pola lockdown yang diterapkan seperti di China dan Italia dan beberapa negara maju untuk mencegah penularan Covid-19 ini sangat sulit untuk dilakukan di Indonesia, termasuk di Bulukumba dimana memiliki rentang kendali yang begitu luas dan tidak didukung sarana prasaran kesehatan yang memadai.
“Karena pola lockdown seperti di negara maju sulit kita terapkan, jalan keluarnya kita harus mengopitmalkan potensi pedesaan dan potensi gotong royong atau aksi kolektif rakyat yang nota bene merupakan warisan budaya. Apalagi desa merupakan wilayah otonom dalam pemerintahan Indonesia,” jelas Hamzah.
Andi Hamzah Pangki menjelaskan, lockdown berbasis desa dimulai dengan fasilitasi perangkat desa untuk diedukasi dan mengenali apa itu covid-19, untuk selanjutnya mereka bermusyawarah demi merumuskan bagaimana mereka menghadapinya secara kolektif.
“Perangkat desa kemudian membuat semacam Pokja yang menindaklanjuti kebijakan desa yang berasal dari hasil musyawarah dan langkah apa yang akan dilakukan untuk melindungi warga dari penularan virus, sambil menggali potensi apa yang ada didesa untuk mendukung dalam hal meningkatkan imunitas warga, juga membuat masker dari bahan-bahan yang tersedia,” jelas Hamzah Pangki. (sufri).




