MAKASSAR, UPEKS. co.id — Universitas Patria Artha (UPA) penandatanganan kerjasama dengan Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN SM) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dirangkaikan dengan
serah terima sertifikat kompetensi fasilitator neurosains, di Kampus UPA, Jumat (7/2/2020).
Rektor Universitas Patria Artha (UPA) Bastian Lubis menyebutkan dari 20 orang yang pelatihan neurosains 19 orang dinyatakan lulus.
Kata dia, tingkat kelulusan merupakan kali pertama mencapai 90 persen. Bastian menegaskan peserta yang dinyatakan lulus berhak menyandang gelar CAN (Certificate Aksesore Neurosains).
Menurutnya Bastian, gelar CAN, yang diperoleh peserta tersebut merupakan salah satu penunjang tingkat kematangan sesorang dalam berpikir. Sehingga secara langsung dapat menunjang karir mereka.
“Peserta yang menerima gelar CAN, menandakan mereka mampu menyeimbangkan pola pikir mereka sehingga bisa menjadi konsultan di sekolah, baik siswa, guru dan orang tua,” ungkap Bastian.
Lebih jauh Bastian mengatakan Neurosains merupakan ilmu yang mempelajari tentang kematangan berpikir. Untuk itu ilmu tersebut sangat penting untuk dikembangkan.
Bastian menyebutkan dengan neurosains, pola pikir seseorang bisa diperbaiki. Program neurosains ini telah diaplikasikan ke 16 ribu anak dan 8 ribu orang dewasa oleh UPA.
“Orang yang bermasalah kematangan berpikirnya bisa diperbaiki melalui proses dan program yang ada di neurosains. Beberapa perusahaan dan instansi telah bekerjasama dengan kami untuk neurosains ini, hasilnya kinerja perusahaan mengalami peningkatan 100 persen lebih,” jelasnya. (Rasak)

