Sekda Tandatangani MoU Penyelamatan 15 Danau Prioritas Nasional

  • Whatsapp

Sekda Tandatangani MoU Penyelamatan 15 Danau Prioritas NasionalJAKARTA,UPEKS.co.id—Bersama 14 kepala daerah dan sejumlah Gubernur, Sekretaris daerah Kabupaten Luwu Timur, H. Bahri Suli, menandatangani MoU  atau Nota Kesepahaman bersama, sekaligus bentuk komitmen para kepala daerah dan Pemerintah pusat untuk bersama-sama menyelamatkan 15 Danau di  Indonesia yang masuk dalam prioritas nasional di masing-masing daerah.

Penandatanganan MoU yang dilakukan pada Selasa (26/03/2019) di Auditorium Soedjarwo Gedung Manggala Wanabakti, Kementerian Lingkungan Hidup dan
Kehutanan, Jakarta itu, disaksikan langsung oleh Menteri KLHK, Sitti Nurbaya, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dan Kepala BAPPENAS, Bambang  Brodjonegoro.

Bacaan Lainnya

Kesepakatan tersebut adalah tindak lanjut Konferensi Danau Nasional Pertama pada tahun 2009 di Bali. Melalui kesepakatan ini, diharapkan penyelamatan  danau bisa menunjukkan perubahan nyata karena dilakukan lintas sektor secara terintegrasi.

”Penyelamatan danau tidak hanya berkaitan dengan ekosistem dan fisik danau semata, namun berkaitan dengan penyelamatan generasi mendatang,” kata Bahri  Suli yang hadir didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Andi Tabacina Akhmad, Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertamanan, Zainuddin, serta  Kepala Bappelitbangda, Abrinsyah.

Dalam sambutannya, Menteri KLHK, Siti Nurbaya mengatakan, danau sangat penting sebagai sumber air minum, perikanan, transportasi, pusat keanekaragaman  hayati, pengatur iklim, serta penjaga keseimbangan ekosistem. Bahkan, terkini, pariwisata pun menjadi pendekatan untuk merawat danau.

Sebagai bentuk keseriusan Pemerintah pusat dalam upaya penyelamatan 15 danau yang menjadi prioritas nasional tersebut, maka dituangkan kedalam RPJMN  2014-2019.

Ke-15 danau tersebut adalah Toba, Singkarak, Maninjau, Kerinci, Rawadanau, Rawapening, Sentarum, Kaskade, Mahakam (Semayang, Melintang, Jeumpang),  Limboto, Tondano, Poso, Matano, Tempe, Batur dan Sentani.

Dalam rangkaian acara tersebut, Sekretaris daerah Luwu Timur, Bahri Suli dan Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, juga menerima buku pedoman  perencanaan pengelolaan danau dari Menteri KLHK, Sitti Nurbaya.

Kelestarian danau adalah upaya Pemerintah untuk membangun ketahanan air di Indonesia. Hal tersebut dianggap sama pentingnya dengan pembangunan  ketahanan pangan dan ketahanan energi. (hms/ikp/kominfo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *