Makassar, Upeks–LLDIKTI WiLayah IX menggelar talkshow dengan tema Tips dan Trik lolos Penelitian & Pengabdian Masyarakat di Aplikasi Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (BIMA). Kegiatan ini menghadirkan pembicara Rektor Universitas Bosowa Makassar dan Reviewer Research and Journal, Prof Dr Batara Surya MSi dan Direktur Pasca Sarjana Universitas Bosowa Makassar dan Reviewer Research and Journal, Prof Dr Ir Andi Muhibuddin MS.
Kepala Lembaga LLDIKTI Wilayah IX, Andi Lukman mengatakan, terdapat tiga butir kewajiban dari tri dharma perguruan tinggi adalah Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan tugas yang diemban oleh seluruh civitas academica perguruan tinggi.
Ada keseimbangan melalui tiga pilar ini saat mewujudkan kariernya di dunia pendidikan. Dia menyampaikan, menurut data yang ada selama ini, LLDIKTI IX selalu berada di peringkat ke VI atau yang terbaik di luar pulau Jawa dalam hal penelitian dan pengabdian.
“Namun upaya akan terus kita lakukan dengan mencoba beberapa skema, seperti yang kita lakukan pada hari ini. Kita atau para dosen semua yang berada di lingkup LLDIKTI IX, jangan maunya besar sendiri. Tidak boleh! Ketika teman-teman sudah mandiri atau sudah Utama, tolong memberikan pembinaan kepada yang masih di bawah. Mari kita selalu berbagi antar perguruan tinggi. Saya kepengin melihat Lembaga Penelitian di perguruan tinggi bisa tumbuh bersama, dimana sebuah kolaborasi adalah bukan sesuatu yang haram. Dan kita mengundang beliau berdua, karena hebat penelitian dan jurnalnya,” pungkas Andi Lukman.
Pada opening speechnya, Prof Dr Batara Surya MSi menyampaikan, ketika riset akan dilakukan yang paling utama adalah niat, karena itu adalah dasar atau pijakan utama seseorang.
Lalu yang kedua, seorang dosen harus mengenali jati dirinya sendiri. Dimana seorang dosen harus memahami karakter keilmuannya. Seseorang yang berangkat dari karakter keilmuan, pasti paham orientasi dan arah yang akan dituju.
“Paling basic, seorang peneliti harus memahami karakter keilmuannya, karena dari dasar itu, kita akan menemukan warna atau spesifikasi kita apa. Saya yakin, kita punya banyak varian keilmuan. Tapi ketika kita menonjol pada aspek tertentu, maka itulah yang harus kita kembangkan dari waktu ke waktu,” jelas Batara Surya.
Menurut beliau, dosen yang memiliki karakteristik keilmuan biasanya punya publikasi yang baik dan biasanya akan mudah diterima oleh publisher. Itu intinya. Maka, pada saat kita sebagai dosen tidak paham basic keilmuan kita, akan sulit melakukan riset.
“Jadi, kenali siapa diri anda, pahami siapa anda kemudian bagaimana membangun by designnya, by conceptnya. Hal yang penting di dalam membangun riset adalah memahami konsep dan desain metodologi. Karena jika kita sudah paham kedua hal ini, apapun riset kita pasti akan maksimal hasilnya. Kita juga harus berani mencoba hal-hal yang baru,” paparnya.
Lebih lanjut, menurut Prof. Dr. Ir. Andi Muhibuddin, MS., ada perubahan regulasi pada 2023 dalam pengajuan proposal penelitian.
“Bahwa untuk mengajukan proposal penelitian sekarang ini berdasar pada angka di Sinta Skor akumulasi atau keseluruhan. Dengan kebijakan baru ini, tercipta ruang berkompetisi yang lebih lebar. Sehingga kita bisa berkompetisi dengan yang senior-senior kita yang punya reputasi tinggi” jelasnya.
Kemudahan lainnya, menurut beliau adalah kolaborasi. Kolaborasi disini lebih diutamakan, artinya klaster-klaster penelitian yang mandiri-utama bisa berkolaborasi dengan klaster-klaster pratama atau madya misalnya untuk melakukan pembimbingan atau pendampingan sehingga kemampuan dari klaster yang binaan atau mandiri-utama bisa meningkat. Hal- hal lain menurut beliau yang perlu diperhatikan saat pengajuan proposal penelitian adalah seleksi administratifnya.
Acara yang berlangsung di kanal Youtube LLDIKTI9 ini berlangsung mulai pukul 09.00 – 12.00 WITA, bertempat di ruang ELC LLDIKTI Wilayah IX dan dihadiri langsung juga oleh beberapa perguruan tinggi, diantaranya adalah STIE Kesehatan Makassar, UIT Makassar, STIKES Bina Bangsa Majene, Universitas Atma Jaya Makassar, STIM Lasharan Makassar, STIE Makassar Maju, Intitut Bisnis dan Keuangan Nitro, Institut Teknologi dan Bisnis Kalla, STT Nusantara Indonesia, Politeknik Bau-bau, Universitas Muhammadiyah Pare-pare, LP2M Institut Andi Sapada, Universitas Saweri Gading Makassar, Universitas UKI Paulus, Institut Ilmu Kesehatan Kesdam Pelamonia, LP3I Makassar, dan masih banyak lagi karena dapat diikuti secara live streaming. (dwiqy)



