Berkat JKN, Adi Tanpa Ragu Akses Layanan Kesehatan

Berkat JKN, Adi Tanpa Ragu Akses Layanan Kesehatan

Makale Utara, Upeks.co.id– Satu diantara banyaknya jenis pelayanan kesehatan yang dijamin dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) adalah layanan kesehatan gigi. Layanan ini dapat diakses di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), seperti di Puskesmas, klinik atau Dokter Prakter Perorangan (DPP) tempat peserta JKN sampai dengan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).

Adalah Adi Purnomo (25) seorang Prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), peserta JKN yang pernah memanfaatkan kartu JKN ketika dirinya menghadapi permasalahan gigi.

Bacaan Lainnya

“Awalnya gigi seperti ngilu, namun saya biarkan saja dan tidak menghiraukan. Namun setelah dua sampai tiga hari kemudian rasa sakitnya tidak hilang malah tambah parah,” ujar Adi, Jumat (07/10).

Karena tak kunjung redah sakitnya, Adi yang terdaftar di Klinik Poskes 07.10.14 Rantepao memeriksakan diri untuk mendapatkan pelayanan yang lebih lanjut terkait kondisi giginya.

“Karena sakitnya sudah tidak tertahankan saya tanpa ragu langsung berobat ke klinik yang tidak jauh dari asrama tempat tinggal, setelah ditangani oleh dokter gigi yang ada disana pada saat itu mengungkapkan gigi saya infeksi,” ungkap Adi.

Penyebab dari infeksi gigi yang dialami Adi disebabkan terdapat gigi berlubang dan tidak mendapatkan perawatan serta penanganan segera, sehingga menyebabkan infeksi dan harus dilakukan operasi pencabutan gigi.

Ia mengungkapkan bahwa pada saat mendengar hal tersebut tidak ada rasa khawatir tentang biaya operasi pencabutan gigi, karena sebagai peserta dengan status aktif ia memiliki jaminan kesehatan yang akan melindunginya yakni Program JKN.

Ditemui di kesempatan yang berbeda, Kepala Bidang Sumber Daya Manusia, Umum dan Komunikasi Publik Cabang Makale, Abd Kadir mengatakan di era Program JKN saat ini segala sesuatu yang sesuai indikasi medis menjadi tanggungan Program JKN, baik itu pemeriksaan di FKTP sampai dengan FKRTL.

“Terlepas ditanggungnya pencabutan gigi, harapan kita masyarakat harusnya masih lebih mementingkan menjaga kebersihan dan kesehatan gigi daripada harus selalu menunggu sakit dan akhirnya harus cabut gigi yang bermasalah. Preventif lebih baik dari pada kuratif. Jadi daripada harus merasakan sakit gigi, lebih baik mulai sekarang rutin membersihkan gigi, periksa gigi, dan ikuti anjuran dari dokter,” ungkapnya.