ENREKANG, UPEKS.co.id –Terkait kenaikan harga BBM bersubsidi, Mahmud salah satu Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Enrekang menegaskan langkah yang diambil Pemerintah tersebut tentu akan berpengaruh pada kondisi ekonomi masyarakat, terutama berdampak pada masyarakat ekonomi menengah kebawah disusul pasca covid-19.
Selain itu, Mahmud mengatakan Kenaikan harga BBM ini akan berpengaruh pula terhadap pelaku usaha mikro seperti UMKM dan usaha-usaha kecil lainnya yang seringkali tidak tersentuh oleh program bantuan pemerintah.
” Terkhusus untuk wilyah Enrekang yang notabene masyarakatnya bergantung hidup pada sektor pertanian, kenaikan harga BBM ini tentu secara signifikan akan mempengaruhi biaya produksi petani yang tidak diimbangi lagi dengan nilai jual dari hasil pertanian mereka sehingga kesejahteraan masyarakat terutama para petani akan menurun”. Ujarnya.
Untuk itu, HMI Cabang Enrekang menegaskan seharusnya Pemerintah jangan mengambil langkah menaikkan harga BBM agar pemulihan ekonomi tidak terganggu.
” Sebaiknya Pemerintah fokus pada pembatasan penggunaan BBM bersubsidi dan mengawasi betul agar tepat sasaran di lapangan”. Pungkas Mahmud Calon Ketua Umum HMI Cabang Enrekang ini.
Terkait program BLT BBM yang di keluarkan oleh Pemerintah menyusul kenaikan harga BBM menurut Mahmud bukanlah solusi untuk mengatasi kondisi ekonomi hari ini.
” BLT ini hanyalah solusi instan yang bersifat sementara. Apalagi di lapangan data tidak semua warga yang di kategorikan miskin itu masuk sebagai penerima bantuan sehingga sasaran bantuan program Pemerintah kadang tidak tepat sasaran”. Tandasnya.
” Menaikkan harga BBM dan menyalurkan BLT sepertinya sudah menjadi kebiasaan baru di Indonesia hari ini. Itu kita sudah lihat referensi beberapa kejadian serupa sebelumnya. Sehingga masyarakat mengalami ketergantungan pada program-program Pemerintah”. Tambahnya.
Maka dari itu Pemerintah fokus saja mengatasi permasalahan kestabilan harga Karena dampak daripada kenaikan BBM nanti akan memberi pengaruh terhadap harga produksi lain yang akan semakin menambah penderitaan masyarakat.
Mahmud mengatakan sebaiknya Pemerintah mencarikan solusi jangka panjang yang bisa mengatasi kemiskinan ketimbang memberikan uang tunai secara cuma-cuma kepada masyarakat. (Sry)

