Pangkep Ikut Pecahkan Rekor MURI, 2.025 Ibu Hamil Minum MMS Serentak

Pangkep Ikut Pecahkan Rekor MURI, 2.025 Ibu Hamil Minum MMS Serentak

 

PANGKEP, UPEKS.co.id — Sebanyak 2.025 ibu hamil di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) berpartisipasi memecahkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan 46 tahun Dekranas, Kamis (9/7/2026).

Bacaan Lainnya

Aksi pemecahan rekor minum Multiple Micronutrient Supplement (MMS) massal ini diinisiasi oleh Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan dan digelar secara hybrid serentak di 24 kabupaten/kota se-Sulsel.

Kabupaten Pangkep, kegiatan berpusat di Aula Rumah Jabatan Bupati Pangkep dan dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Pangkep, Abdul Rahman Assagaf, bersama Staf Ahli TP PKK Pangkep, Andi Yuliana, unsur Forkopimda, serta pimpinan OPD terkait.

Kepala Dinas Kesehatan Pangkep, Hj. Herlina, menjelaskan bahwa dari total 2.025 ibu hamil yang terlibat di Pangkep.

“Untuk memfokuskan kegiatan di rujab bupati hadir sebanyak 100 ibu hamil. Tapi serentak di Pangkep, sebanyak 20.25 ibu hamil ikut berpartisipasi,” katanya.

Ia menambahkan, suplemen MMS yang dibagikan ini memiliki komponen yang jauh lebih lengkap dan manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan tablet tambah darah (TTD) biasa yang diberikan kepada ibu hamil dulunya.

“Tujuannya tetap satu, yakni memastikan ibu selamat melahirkan dan anak lahir dalam kondisi sehat, ” katanya.

Dinas Kesehatan Pangkep juga menegaskan komitmennya terhadap pengawalan kesehatan ibu hamil secara berkelanjutan melalui program-program wajib di faskes dan Posyandu.

Saat ini, setiap ibu hamil di Pangkep diwajibkan melakukan pemeriksaan kehamilan sebanyak 8 kali selama masa kandungan, meningkat dari aturan sebelumnya yang hanya 4 hingga 6 kali.

“Sekarang juga sudah wajib ketemu dokter dua kali selama pemeriksaan itu, yaitu di pemeriksaan pertama dan pemeriksaan kelima karena dilakukan USG. Ini untuk memastikan apakah kehamilannya normal atau mengalami gangguan,” jelasnya.

Selain pengetatan pemeriksaan medis dan USG gratis, Dinas Kesehatan Pangkep juga menggalakkan inovasi ruang belajar melalui “Kelas Ibu Hamil”. Uniknya, di dalam kelas tersebut terdapat agenda kelas membaca bagi para ibu.

“Ibu hamil diajak membaca isi dari buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak). Itu lengkap isinya, mulai dari proses kehamilan, apa yang harus dipahami, termasuk setelah anak lahir bahkan sampai anak usia 5 tahun. Agar semua itu dipahami, kita lakukan kelas membaca,” tutupnya.(sah)