Pkm Usaha Ternak Kambing di Desa Jampu Kabupaten Soppeng

Pkm Usaha Ternak Kambing di Desa Jampu Kabupaten Soppeng

 

 

Bacaan Lainnya

Makassar, Upeks.co.id–Wujud pengabdian yang dilakukan oleh dosen di lingkup Universitas Fajar Makassar oleh Ahmad Thamrin Dahri, S.T.,M.T dan Asri Mulya Setiawan, S.T., M.T,, Telah berhasil melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan judul pengabdian: PKM Usaha Ternak Kambing Desa Jampu Kab.upaten Soppeng.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Universitas Fajar Makassar melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPP2M) ini telah terlaksana dengan baik di tengah-tengah pandemic Covid-19.

Permasalahan utama dalam bidang produksi pakan fermentasi basah meliputi jumlah atau kuantitas pakan fermentasi yang terbatas dan lamanya proses produksi pakan dikarenakan produksi pakan ternak masih dilakukan sendiri secara manual.

 

Cara produksi pakan fermentasi yang dilakukan secara manual menyebabkan kuantitas pakan yang dihasilkan menjadi tidak maksimal, selain itu akan lebih banyak waktu yang tersita untuk menghancurkan bahan pakan berupa batang pisang karena ukuran batang pisang yang besar sedangkan alat yang digunakan masih sangat sederhana.

 

Salah satu hasil inovasi pakan ternak domba yang terbukti efektif dalam meningkatkan bobot domba adalah pakan fermentasi dengan metode HCS. Pakan fermentasi dengan metode HCS yang biasa disebut sebagai silase ini terbukti dapat meningkatkan bobot hewan ternak kambing dalam waktu yang cukup cepat, yakni kurang lebih antara 3-4 bulan pemeliharaan.

Pelatihan cara beternak/budidaya (komposisi pakan berkualitas, pemberian vitamin dan vaksin, sanitasi kandang) agar proses penggemukan domba pedaging bisa lebih efektif dan efisien dikarenakan bila nutrisi dan kesehatan domba senantiasa terjaga maka capaian bobot domba standart dapat segera tercapai dalam kurun waktu pemeliharaan ternak yang lebih singkat (sesuai target).

Pelatihan manajemen usaha (analisa usaha) dan manajemen pemasaran (strategi pemasaran ternak domba) agar mitra dapat mengelola usaha ternaknya lebih baik, mitra juga dapat melakukan analisa kelayakan usaha ternaknya, dapat menghitung keuntungan bersih yang dapat diperoleh besar BEP (titik impas) serta dapat memperluas daerah pemasaran ternaknya bila kelak jumlah ternak kambing mitra semakin meningkat.

Meski mengadakan kegiatan di masa pandemik, tim tetap menerapkan protokol kesehatan dengan sangat ketat sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik. Para warga juga mampu memahami pentingnya menerapkan protokol Kesehatan. Pada saat mengolah bahan baku pun kebersihan tetap menjadi prioriti oleh tim dan mitra.(rls)

Pos terkait