Anggota DPR RI Tinjau Jembatan Pacongkang Soppeng, Warga Minta Bayar Pembebasan Lahan

Anggota DPR RI Tinjau Jembatan Pacongkang Soppeng, Warga Minta Bayar Pembebasan Lahan

Anggota DPR RI Tinjau Jembatan Pacongkang Soppeng, Warga Minta Bayar Pembebasan Lahan

SOPPENG,UPEKS.co.id — Pembangunan jembatan Pacongkang yang menghubungkan dua Desa di Soppeng  menuai pro kontra.

Bacaan Lainnya

Problemnya, rumah warga yang terkena dampak pembangunan jembatan ini belum ada  kejelasan terkait ganti rugi pembebasan lahan.

Hal itu diungkapkan Neni Trisnawati (35), salah satu warga yang terkena dampak pembangunan jembatan  tersebut.

Kata Neni, rumahnya terkena dampak pembangunan jembatan. Namun tidak pernah menghalangi untuk  dikerjakannya pembangunan jembatan tersebut. Hanya dia meminta secepatnya ada keputusan terkait ganti rugi.

“Sudah sering kami lakukan pertemuan terkait permintaan pembebasan lahan ini. Kami juga sudah bahas ke  kantor Desa tentang permintaan ganti rugi, tapi hingga saat ini belum ada kejelasan,” ucap Neni saat ditemui  Upeks, Rabu (29/07/2020).

Neni pun kecewa, kedatangan anggota DPR RI, Dr H Muh Aras saat meninjau pembangunan jembatan tersebut.

Pasalnya, ia mengira kedatangannya untuk membahas ganti rugi, namun nyatanya, baru ingin dibahas.

“Saya kira kedatangan bapak Anggota DPR RI kesini itu untuk memberikan keputusan pembayaran lahan kami,  tapi ternyata baru mau dibahas. Sekarang bapak bilang, tidak ada dananya, jadi sampai sekarang belum ada  penyelesaian,” tuturnya.

Dirinya berharap pembayaran ganti rugi pembebasan lahan dibayarkan secepatnya. “Semoga secepatnya dibayar. Apalagi kontraktor saat ini tidak bisa jalankan kerjanya, karena empat rumah itu tidak diperkenankan  dibongkar. Seandainya ada dananya, besok pasti langsung dibongkar rumah,” ketusnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Anggota DPR RI, Dr H Muh Aras kunjungan kerja ke Soppeng untuk meninjau  pembangunan jembatan Pacongkang.

Namun terkait pembebasan lahan milik warga, H Muh Aras mengaku program tersebut sebenarnya terakhir  dimasukkan dalam program tahun ini.

“Jadi Pemprov Sulsel tidak sempat memikirkan, ternyata ada lahan rumah yang harus dibebaskan. Sementara  pikiran kita, itu adalah bekas jembatan lama dan tanah itu semua milik negara, sehingga tidak berpikir ada lokasi  milik perorangan,” ucapnya.

Dirinya pun berharap ada komunikasi yang intens sehingga ada solusi yang bisa diambil.

“Jangan pernah putus  komunikasi sehingga seluruh masalah-masalah kita bisa selesaikan. Karena paling tidak bahwa masyarakat juga  tidak perlu dirugikan dan kontraktor juga tetap jalan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Politisi partai PPP ini mengungkapkan, saat ini pemerintah pada posisi yang harus memfasilitasi untuk
persiapkan anggarannya. Namun kata dia, anggarannya tidak serta merta juga langsung turun, karena semuanya  melalui program.

Olehnya itu, sebagai pejabat negara tentu mengeluarkan anggaran itu ada SOP-nya. “Jadi saya berharap  masyarakat untuk bersabar. Insya Allah dalam waktu dekat, kami akan membantu komunikasikan agar  masalahnya cepat selesai,” tandasnya. (Min).

Pos terkait