Mahasiswa KKN-T Unhas Gelombang 116 Paparkan Sembilan Proker di Balocci

Mahasiswa KKN-T Unhas Gelombang 116 Paparkan Sembilan Proker di Balocci

PANGKEP, UPEKS– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Desa Gelombang 116 Unhas telah menggelar Seminar Program Kerja di Kelurahan Kassi, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep. Sebagai program unggulan bersama, tim mahasiswa mengusung Pembentukan Bank Sampah Sebagai Sarana Edukasi dan Pengelolaan Sampah Berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sebagai program kolektif.

 

Bacaan Lainnya

Program ini berfokus untuk mengurangi penumpukan sampah rumah tangga, meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga, memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat melalui pemanfaatan dan penjualan sampah yang masih bernilai, serta meningkatkan kualitas lingkungan. Selain itu, fokusnya ialah untuk mendukung surat edaran Bupati Pangkajene dan Kepulauan tentang Penguatan Pengelolaan Sampah Melalui Pembentukan Bank Sampah di Wilayah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan dan akan dilaksanakan secara bertahap selama empat pekan.

 

Koordinator Desa (Kordes) KKN-T 116 Kassi, Muh. Faisal, menyebutkan, timnya memiliki sembilan program. Tim terdiri atas Faisal, Aulia, Helen, Malya, Netriani, Syamsya, Sarif, dan Ardo. Selain satu program kolektif, mahasiswa juga membawakan program kerja individu sesuai bidang keilmuan masing-masing, yaitu:

 

1. Edukasi Pemilahan Sampah Berdasarkan Jenis Material oleh Auliah Talitha Darmaputri (Kimia) Untuk mendukung pengelolaan bank sampah yang efektif dan berkelanjutan di kelurahan kassi.

2. Perancangan Fasilitas Bank Sampah oleh Helena Marchia Parelangi Tandibua (Arsitektur) Untuk menghasilkan rancangan yang dapat dijadikan acuan dalam pembangunan maupun pengembangan fasilitas bank sampah di masa mendatang.

3. Pelatihan Pembuatan kompos dari sampah organik oleh Malyanti Yefta (Agribisnis) Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan sampah organik dan mendukung keberlanjutan bank sampah.

4. Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) oleh Netriani (Teknik Pertanian) agar mendorong penggunaan pupuk organik cair dan mengurangi limbah organik rumah tangga.

5. Kassicom oleh Muh. Faisal (Teknik Elektro) Program rancang bangun mesin pencacah sampah organik sebagai teknologi tepat guna dalam mendukung pengolahan limbah organik menjadi pupuk kompos dan POC.

6. Sirkula oleh M. Sarif Hatta (Akuntansi) Sistem Rekap Keuangan dan Laporan Bank Sampah guna mempermudah rekapitulasi dan penyusunan laporan keuangan.

7. Edukasi dan Pengembangan Strategi Branding Bank Sampah oleh Syamsya Nurfadilah (Manajemen) untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

8. Pembuatan Media Video dan Informasi Oleh Benedictus Richardo Aditya Nugraha (Ilmu Komunikasi) untuk edukasi bank sampah di kelurahan kassi.

 

“Seluruh program kerja tersebut dirancang untuk dilaksanakan secara bertahap dalam kurung waktu satu bulan lebih, dengan pendekatan yang disesuaikan pada kebutuhan dan karakteristik Kelurahan Kassi di berbagai aspek khususnya pada aspek lingkungan,” tutur Faisal.

 

Seminar program kerja tersebut berlokasi di Kantor Kelurahan Kassi, Kecamatan Balocci, Senin (13/7/2026). Kegiatan ini pun menjadi tahap awal pelaksanaan program pengabdian masyarakat mereka selama kurang lebih 37 hari ke depan.

 

Seminar ini sekaligus menjadi forum resmi bagi delapan mahasiswa tersebut untuk memaparkan rencana kerja mereka di hadapan pemerintah kelurahan, Bhabinkatimas, Babinsa, Ketua LPM, serta Ketua RT RW Kelurahan Kassi dan warga setempat. Acara ini dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Unhas, dilanjutkan pembacaan doa, serta sambutan dari Ketua Kelurahan Kassi sekaligus membuka acara secara resmi.

 

Seminar ditutup dengan sesi diskusi yang memberi ruang bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk memberikan masukan atas rencana program yang telah dipaparkan. Berdasarkan saran dari Ketua Kelurahan Kassi, A. Cenrara, perlu ditetapkan 10 rumah tangga sebagai fokus pendampingan sekaligus calon nasabah awal Bank Sampah. Selain itu, perlu dilakukan koordinasi dengan Ketua RT mengenai mekanisme pengumpulan sampah, baik melalui sistem penjemputan maupun pengumpulan di titik yang telah disepakati.

 

Ibu Lurah juga menyarankan agar penetapan lokasi operasional serta struktur kepengurusan Bank Sampah dapat diselesaikan pada pekan ini sehingga program dapat segera dijalankan. Selanjutnya, perlu ditetapkan jenis-jenis sampah yang akan diterima oleh Bank Sampah sebagai pedoman bagi masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah.

 

Untuk pengembangan awal program, RW 2 disarankan menjadi wilayah prioritas karena memiliki calon nasabah Bank Sampah yang dinilai cukup potensial. Melalui forum ini, Mahasiswa KKN-T 116 Unhas berharap program-program yang di rancang dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Kelurahan Kassi, khususnya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelolah sampah.(*)