KOLAKA, UPEKS.co.id – Ketika gawai dan hiburan digital semakin dekat dengan keseharian anak, kebiasaan membaca buku menghadapi tantangan baru. Kondisi ini mendorong Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka memperkuat peran keluarga dan sekolah dalam menumbuhkan budaya literasi sejak usia sekolah dasar.
Upaya tersebut dilakukan melalui program “GELORA Literasi Keluarga: Pemberdayaan Guru dan Orangtua melalui Pendampingan Membaca Nyaring Berbasis Teknologi Audio Digital untuk Anak Sekolah Dasar” yang digelar di SDN 1 Oneeha, Desa Oneeha, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka.
Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) tersebut menempatkan keluarga dan sekolah sebagai dua lingkungan penting dalam membangun kebiasaan membaca anak. Guru dan orangtua tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga dibekali kemampuan untuk melanjutkan praktik literasi setelah program berakhir.
GELORA Literasi Keluarga merupakan bagian dari Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026.
Ketua Tim PKM, Andi Saadillah, S.Pd., M.Pd., mengatakan pendampingan tidak hanya ditujukan kepada anak. Orangtua juga diberikan pemahaman dan keterampilan untuk menciptakan aktivitas membaca yang menyenangkan di rumah.
“Kami tidak hanya berfokus pada anak, tetapi juga memberikan pendampingan kepada orangtua agar mampu menciptakan suasana membaca yang menyenangkan di rumah,” ujar Andi.
Kegiatan yang berlangsung sejak 9 Mei hingga 7 Agustus 2026 tersebut diisi dengan pelatihan membaca nyaring, penggunaan buku audio digital, pemanfaatan aplikasi membaca interaktif seperti Let’s Read, serta penguatan manajemen pengelolaan literasi bagi guru.
Pendekatan tersebut dirancang agar aktivitas literasi tidak berhenti pada kegiatan pendampingan, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan di sekolah maupun di rumah.
Membaca Nyaring Jadi Strategi Dekatkan Anak dengan Buku
Membaca nyaring menjadi salah satu metode utama dalam program GELORA Literasi Keluarga. Metode ini dipilih karena aktivitas membaca bersama tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, tetapi juga dapat membantu mengembangkan kemampuan menyimak dan memperkaya kosakata anak.
Interaksi saat orangtua membacakan cerita juga menjadi ruang untuk membangun kedekatan emosional dengan anak. Kebiasaan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan ketertarikan anak terhadap buku sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam berkomunikasi.
Menariknya, teknologi digital justru dimanfaatkan sebagai bagian dari solusi. Dalam program ini, audio digital digunakan sebagai pendukung aktivitas membaca agar cerita dapat disajikan secara lebih menarik dan interaktif.
Dengan pendekatan tersebut, gawai tidak semata-mata ditempatkan sebagai sumber gangguan terhadap budaya membaca, tetapi dapat diarahkan menjadi media yang mendukung aktivitas edukatif anak.
Cukup 10–15 Menit Setiap Hari
Selama pelaksanaan program, antusiasme orangtua dan peserta terlihat tinggi. Mereka diperkenalkan pada cara sederhana membangun kebiasaan membaca bersama tanpa harus menyediakan waktu panjang ataupun metode yang rumit.
Salah satu praktik yang diperkenalkan adalah membaca bersama anak selama 10 hingga 15 menit setiap hari. Rutinitas sederhana tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan literasi di lingkungan keluarga.
Kepala SDN 1 Oneeha, Raden Saputra, S.Pd., bersama para guru menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Kolaborasi dengan tim PKM USN Kolaka dinilai membantu memperkuat keterlibatan keluarga dan sekolah dalam mendukung perkembangan literasi siswa.
Tim pelaksana program berasal dari lintas program studi. Selain Andi Saadillah, terdapat Rasmiati Rasyid, S.Kom., M.Sc., dari Program Studi Sistem Informasi serta Samsuddin, S.Pd., M.Hum., dari Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia.
Kegiatan tersebut juga melibatkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, yakni Rahma Mawadda, Widya Saleh Az-Zahra, dan Andi Ulfianti.
Hasilkan Modul Literasi Berbasis Audio
Program GELORA Literasi Keluarga turut menghasilkan modul interaktif pendampingan membaca nyaring berbasis audio digital yang dapat dimanfaatkan guru dan orangtua secara berkelanjutan.
Modul tersebut memuat panduan membaca nyaring, praktik pendampingan membaca di rumah, jurnal membaca harian, serta pemanfaatan QR Code yang terhubung dengan audio cerita anak.
Keberadaan modul tersebut diharapkan menjadi instrumen pendukung bagi guru dan orangtua untuk menjaga keberlanjutan aktivitas literasi setelah program pendampingan selesai.
Tim PKM USN Kolaka berharap GELORA Literasi Keluarga dapat berkembang menjadi gerakan literasi keluarga yang lebih luas dan berkelanjutan.
Sebab, budaya membaca tidak lahir secara instan. Kebiasaan tersebut dibangun melalui aktivitas sederhana yang dilakukan secara konsisten. Ketika keluarga dan sekolah bergerak bersama, upaya meningkatkan literasi anak dapat berkembang dari sekadar program menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, teknologi tidak harus menjadi lawan budaya membaca. Jika diarahkan dengan tepat, teknologi justru dapat menjadi jembatan untuk mendekatkan anak dengan buku, cerita, dan aktivitas belajar yang menyenangkan. (*)




