BANTAENG, Upeks.co.id – Dalam semangat menyambut Bulan Kemerdekaan, PT PLN (Persero) Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sulawesi melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Makassar memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bantaeng melalui audiensi bersama Bupati Kabupaten Bantaeng, Muhammad Fathul Fauzy Nurdin, M.I.Kom. Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan keselamatan masyarakat melalui upaya pencegahan aktivitas bermain layang-layang di sekitar jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dan tower transmisi, sekaligus menjaga keandalan penyaluran tenaga listrik agar tetap andal, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat serta mendukung aktivitas pembangunan di Kabupaten Bantaeng.
Audiensi ini merupakan bagian dari upaya preventif PLN dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ruang bebas jaringan transmisi. Melalui sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Bantaeng, PLN berharap edukasi mengenai bahaya bermain layang-layang di sekitar jaringan transmisi dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa, sehingga potensi gangguan kelistrikan maupun risiko kecelakaan dapat diminimalkan melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara PLN dan pemerintah daerah.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sulawesi, Fermi Trafianto, menegaskan bahwa menjaga keandalan sistem ketenagalistrikan merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat. Menurutnya, aktivitas bermain layang-layang di sekitar jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dan tower transmisi memiliki risiko yang sangat tinggi karena layang-layang maupun benangnya dapat tersangkut pada konduktor transmisi, sehingga berpotensi menyebabkan gangguan penyaluran tenaga listrik, memicu pemadaman, merusak peralatan kelistrikan, hingga membahayakan keselamatan masyarakat akibat potensi sengatan listrik.
“Keandalan pasokan listrik tidak hanya ditentukan oleh kesiapan infrastruktur dan personel PLN, tetapi juga oleh kepedulian masyarakat dalam menjaga keamanan jaringan transmisi. Melalui sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Bantaeng, kami berharap edukasi mengenai bahaya bermain layang-layang di sekitar jaringan transmisi dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas hingga ke tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan. Dengan demikian, potensi gangguan listrik maupun risiko kecelakaan dapat dicegah sejak dini sehingga masyarakat dapat menikmati pasokan listrik yang andal dan aman,” ujar Fermi.
Fermi menambahkan bahwa kolaborasi dengan pemerintah daerah merupakan langkah strategis dalam membangun budaya keselamatan ketenagalistrikan. Menurutnya, keterlibatan perangkat daerah, pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan akan semakin meningkatkan efektivitas sosialisasi serta mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menjaga ruang bebas jaringan transmisi sebagai bagian dari upaya bersama menjaga keselamatan publik dan keandalan sistem kelistrikan.
Sementara itu, Bupati Kabupaten Bantaeng, Muhammad Fathul Fauzy Nurdin, M.I.Kom., menyambut baik inisiatif PLN dalam membangun koordinasi dan kolaborasi terkait upaya pencegahan gangguan pada jaringan transmisi. Menurutnya, keselamatan masyarakat merupakan prioritas bersama sehingga diperlukan dukungan seluruh elemen pemerintah dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga ruang bebas jaringan listrik tegangan tinggi.
“Pemerintah Kabupaten Bantaeng siap mendukung langkah PLN melalui perangkat daerah, pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan untuk menyosialisasikan larangan bermain layang-layang di sekitar jaringan transmisi. Edukasi ini penting agar masyarakat semakin memahami risiko yang dapat ditimbulkan, sehingga keselamatan warga tetap terjaga dan pasokan listrik yang andal bagi masyarakat maupun aktivitas pembangunan daerah dapat terus terpelihara,” ujar Muhammad Fathul Fauzy Nurdin.
Muhammad Fathul Fauzy Nurdin menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan PLN merupakan wujud kolaborasi yang penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, dengan keterlibatan seluruh unsur pemerintah hingga tingkat desa dan kelurahan, pesan keselamatan ketenagalistrikan dapat tersampaikan secara lebih efektif sehingga mampu membangun kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga infrastruktur ketenagalistrikan sebagai aset vital yang menunjang kehidupan dan pembangunan daerah.
Melalui audiensi ini, PLN UIP3B Sulawesi dan Pemerintah Kabupaten Bantaeng berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun budaya keselamatan ketenagalistrikan di tengah masyarakat. Kolaborasi yang berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ruang bebas jaringan transmisi, sehingga keandalan pasokan listrik tetap terjaga untuk mendukung pelayanan publik, aktivitas perekonomian, serta pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Bantaeng. (*)




