LPS: Aktuaris Adalah Penjaga Kepercayaan dan Ketahanan Industri Keuangan

LPS: Aktuaris Adalah Penjaga Kepercayaan dan Ketahanan Industri Keuangan
0-0x0-0-0#

Makassar, Upeks.co.id — Di tengah dinamika industri keuangan yang semakin kompleks, profesi aktuaris dinilai memegang peran strategis sebagai penjaga kepercayaan publik dan fondasi ketahanan sektor keuangan. Hal itu ditegaskan Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Penjaminan Polis, Ferdinan D. Purba, saat berbicara pada 9th Indonesian Actuaries Summit (IAS) 2026 di Makassar.

Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Bidang Penjaminan Polis, Ferdinan D. Purba, menegaskan bahwa profesi aktuaris merupakan pilar penting dalam menjaga kepercayaan dan ketahanan industri keuangan nasional.

Bacaan Lainnya

Pernyataan tersebut disampaikan Ferdinan saat menjadi pembicara dalam 9th Indonesian Actuaries Summit (IAS) 2026 yang diselenggarakan oleh Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) di Hotel Gammara Makassar, Kamis (18/6/2026).

Dalam paparannya bertajuk “Breaking Down Risk, Building Trust”, Ferdinan mengangkat tema besar mengenai aktuaris sebagai warisan kepercayaan dan ketahanan. Menurutnya, ketiga unsur tersebut memiliki hubungan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain.

“Saya memilih tiga kata ini karena saya percaya bahwa aktuaris, kepercayaan, dan ketahanan adalah sesuatu yang tidak pernah bisa dipisahkan. Kalau kepercayaan hilang, ketahanan akan melemah. Begitu juga sebaliknya. Tanpa kepercayaan, industri keuangan tidak akan mampu bertahan dalam jangka panjang,” ujar Ferdinan.

Ia menjelaskan, profesi aktuaris memiliki sejarah panjang dan merupakan salah satu profesi tertua di dunia. Di Indonesia, peran aktuaris terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan pengelolaan risiko di sektor asuransi, dana pensiun, hingga industri jasa keuangan secara umum.

Menurut Ferdinan, keberadaan aktuaris tidak hanya berkaitan dengan angka dan perhitungan risiko, tetapi juga menjadi fondasi dalam membangun keyakinan masyarakat terhadap lembaga keuangan.

“Pada akhirnya, yang dijaga oleh aktuaris bukan hanya neraca atau laporan keuangan, tetapi juga kepercayaan publik. Kepercayaan itulah yang menjadi modal utama bagi keberlangsungan industri keuangan,” katanya.

Ferdinan menambahkan, di era ketidakpastian global saat ini, kebutuhan terhadap profesi aktuaris semakin besar. Kemampuan menganalisis risiko secara akurat menjadi kunci dalam menciptakan sistem keuangan yang tangguh dan berkelanjutan.

Karena itu, ia berharap para aktuaris Indonesia terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme agar mampu menjawab tantangan zaman serta mendukung stabilitas sistem keuangan nasional.

“Peran aktuaris akan semakin penting ke depan. Mereka adalah penjaga kepercayaan sekaligus penguat ketahanan industri keuangan Indonesia,” tegasnya.

Kegiatan IAS 2026 sendiri menjadi forum strategis yang mempertemukan para aktuaris, regulator, akademisi, dan pelaku industri untuk membahas perkembangan profesi aktuaris serta tantangan pengelolaan risiko di masa depan. Acara ini berlangsung pada 17–20 Juni 2026 dan diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. (*)