MAKASSAR, UPEKS.co.id – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Sulsel bekerja sama Program Studi Manajemen Haji dan Umrah, Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, menggelar Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Angkatan II (Mandiri) Tahun 2025.
Kegiatan ini diikuti 100 peserta dan berlangsung di Asrama Haji Sudiang, Makassar, mulai Jumat (12/12/2025) hingga Rabu (17/12/2025) malam. Sertifikasi mengusung tema “Standarisasi Kompetensi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah yang Profesional dan Moderat.”
Pelaksana Pembimbing Manasik Haji dan Umrah, Prof. Abd Rasyid Masri, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai dengan perencanaan panitia, meski diwarnai sejumlah dinamika.
“Pesertanya seratus orang dan secara umum prosesnya berjalan baik. Hanya saja, dalam pelaksanaan memang ada dinamika, seperti upaya meningkatkan disiplin peserta serta memastikan para pemateri tepat waktu dan menyampaikan materi sesuai target,” ujarnya.
Menurut Prof. Rasyid, sertifikasi ini bertujuan melahirkan pembimbing haji dan umrah yang profesional, dengan dua kompetensi utama, yakni penguasaan pengetahuan (knowledge) dan keterampilan (skill).
“Kedua hal itu menjadi modal dasar bagi para peserta untuk menjalankan tugas pembimbingan ke depan. Namun demikian, mereka juga harus memahami bahwa sertifikasi ini adalah prasyarat, bukan jaminan langsung direkrut. Tetap ada kompetisi,” jelasnya.
Ia menambahkan, sertifikasi pembimbing haji kini menjadi kebutuhan dan kewajiban ke depan. Hal ini terlihat dari tingginya animo peserta yang berasal dari berbagai kalangan, termasuk pengelola dan pemilik travel haji dan umrah yang sebelumnya belum memiliki sertifikat pembimbing.
“Peserta tidak hanya dari Sulawesi Selatan, tetapi juga dari berbagai daerah di Sulawesi seperti Palu, Gorontalo, Kendari, dan Manado. Bahkan ada yang datang dari Ambon, Ternate, Papua, Kalimantan, hingga Jawa Barat pada angkatan sebelumnya,” ungkapnya.
Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar ini, menilai kerja sama dengan Kemenhaj Sulsel berjalan sangat baik, terbukti dengan capaian jumlah peserta yang mencapai target maksimal.
“Ini angkatan kedua dan target 100 peserta tercapai. Ini yang tertinggi. Artinya, kebutuhan pembimbing haji dan umrah yang tersertifikasi memang sangat besar,” pungkasnya.(Jay)




