UIN Alauddin–Kemenhaj Sulsel Gelar Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah Angkatan III

UIN Alauddin–Kemenhaj Sulsel Gelar Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah Angkatan III

MAKASSAR, UPEKS.co.id – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Program Studi Manajemen Haji dan Umrah Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, menggelar Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Angkatan III (Mandiri) Tahun 2026.

Pembukaan sertifikasi yang diikuti 65 peserta tersebut berlangsung di Hotel UIN Alauddin, Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Jumat malam (6/2/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Standarisasi Kompetensi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah yang Profesional dan Moderat”.

Bacaan Lainnya

Sertifikasi pembimbing haji dan umrah tersebut, secara resmi dibuka oleh Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj RI, Dr. Puji Rahardjo, secara virtual.

Dalam sambutannya, ia mengapresiasi capaian Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar yang dinilai berhasil mencetak rekor nasional dalam penyelenggaraan sertifikasi pembimbing haji dan umrah.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Makassar. Dalam waktu tiga bulan mampu menyelenggarakan sertifikasi dengan jumlah peserta lebih dari 200 orang. Ini luar biasa dan menunjukkan tingginya semangat serta kepercayaan masyarakat,” ujar Puji Rahardjo.

Ia menambahkan, seluruh peserta berasal dari kawasan Indonesia Timur, yang menunjukkan militansi dan komitmen tinggi dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Menurutnya, bimbingan jemaah umrah dan haji di wilayah Indonesia Timur memiliki potensi besar untuk terus berkembang.

Sementara itu, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, Prof. H. Abd. Rasyid Masri, mengatakan bahwa keberhasilan penyelenggaraan sertifikasi hingga tiga angkatan dalam waktu singkat merupakan bukti kuatnya kolaborasi antara UIN Alauddin dan Kanwil Kemenhaj Sulsel.

“Ini menunjukkan kemitraan yang berjalan sangat baik, saling menguatkan dan bersinergi. Alhamdulillah, program ini benar-benar terlaksana dengan optimal,” jelasnya.

Ia memaparkan, pada angkatan pertama sertifikasi diikuti 90 peserta, angkatan kedua 100 peserta, dan angkatan ketiga sebanyak 65 peserta. Jumlah peserta pada angkatan ketiga lebih sedikit karena waktu pelaksanaan dipercepat untuk menyesuaikan dengan agenda menjelang bulan suci Ramadan.

“Pelaksanaan dipercepat agar selesai sebelum Ramadan, sekaligus sebagai bentuk efisiensi waktu karena padatnya kegiatan,” tambahnya.

Prof. Rasyid juga menegaskan bahwa meskipun pelatihan hanya berlangsung selama tujuh hari, hal tersebut tidak mengurangi kualitas materi. Seluruh materi disampaikan sesuai standar nasional dan dibawakan oleh akademisi, tokoh agama, serta cendekiawan yang kompeten.

“Kami bahkan termasuk yang paling cepat melaksanakan sertifikasi ini di Indonesia. Sejak berdirinya Kementerian Haji dan Umrah, kami sudah tiga kali melaksanakan kegiatan serupa,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, menekankan pentingnya peran pembimbing dalam kesuksesan pelaksanaan ibadah haji dan umrah.

“Pembimbing adalah kunci utama keberhasilan ibadah haji jemaah. Mereka yang mendampingi dan membimbing jemaah untuk meraih kemabruran,” ujarnya.

Menurut Ikbal, pembimbing yang tidak kompeten akan berpengaruh terhadap kualitas ibadah jemaah. Oleh karena itu, sertifikasi ini diharapkan mampu mencetak pembimbing yang profesional, berintegritas, dan berkompeten.

“Output akhirnya adalah jemaah haji yang mabrur, aman, dan nyaman dalam menjalankan ibadah, dengan pendampingan pembimbing yang berkualitas,” tutupnya.(Jay)

Pos terkait