Makassar, Upeks–Kementerian Agama Sulawesi Selatan dalam hal Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU), melakukan langkah antisipasi jika kuota yang belum terpenuhi hingga pelunasan tahap ditutup, Jumat (25/4/2025) mendatang.
Kepala Bidang PHU Kanwil Kemenag Sulsel H Ikbal Ismail, saat ditemui Senin (21/4/2025), mengaku pihaknya menyiapkan 764 jamaah haji yang sudah melunasi untuk mengisi kuota jika tidak dipenuhi pada masa pelunasan.
“Kami telah menyiapkan jamaah cadangan yang sudah melunasi jumlah sebanyak 764 orang,” ujarnya.
Ikbal menegaskan, dari 7.272 kuota yang berhak melakukan pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih), ada 98 persen sudah melunasi atau 7.159 jemaah.
“Masih tersisa 117 jamaah yang belum melakukan pembayaran, tapi kami siapkan cadangan,” lanjutnya.
Dikatakan, jamaah yang masuk daftar cadangan nanti berangkat berdasarkan urutan sesuai nomor urut porsi terkecil.
Terkait jamaah yang melakukan pembatalan atau tidak melakukan pelunasan bakal digantikan porsi selanjutnya.
Pada bagian lain disebut, Embarkasi Makassar (UPG) dari 41 kelompok terbang (kloter), sebanyak 33 kloter visanya telah terbit. Sehingga, tersisa lima kloter yang masih dalam proses penerbitan visa.
“Syukur alhamdulillah, proses visa berjalan lancar dan semakin mendekati final. Sampai saat ini sudah 33 kloter jemaah yang visanya terbit,” ucapnya.
Terkait dengan persiapan di Asrama Haji Sudiang Makassar, Ikbal menyampaikan salah satu inovasi panitia adalah informasi kamar jamaah yang sudah diketahui sejak di daerah asalnya masing-masing.
“Persiapan Asrama Haji menunjukkan kemajuan signifikan. Salah satu inovasi yang diapresiasi adalah sistem informasi kamar atau wisma yang kini bisa diketahui jemaah sebelum tiba di lokasi yakni tertuang dalam surat perintah masuk asrama,”jelasnya.
Setibanya di asrama, jamaah hanya mencocokkan data yang dimiliki panitia bagian penerimaan.
Jemaah haji Embarkasi Makassar mulai masuk Asrama Haji di Sudiang, Kamis 1 Mei 2025, selanjutnya keesokan hari Jumat, 2 Mei 2025 akan diterbang ke Madinah, sebagai kloter pertama berasal dari Kota Makassar.
Dari 41 Kloter pada Embarkasi Makassar, sebanyak 21 kloter masuk gelombang pertama, yakni Makassar-Madinah. Selebih kloter 22 hingga 41 masuk gelombang Kedua Makassar-Makkah.(*)

