SINJAI, UPEKS.co.id – Sejumlah kegiatan bersih-bersih yang dilaksanakan dalam beberapa bulan terakhir di Kabupaten Sinjai mendapat apresiasi luas dari masyarakat.
Kegiatan tersebut mencakup kunjungan Wakil Bupati Sinjai ke Tempat Pengelolaan Akhir (TPA), pembersihan kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI), aksi bakti sosial oleh aparat TNI/Polri di sepanjang Jalan Persatuan Raya, hingga kegiatan pembersihan parit oleh Dinas Tata Ruang di sekitar Lapangan Alun-Alun Kota (depan SMA 5).
Namun demikian, di balik antusiasme kegiatan tersebut, masih terdapat persoalan mendasar yang belum tertangani dengan baik, yaitu minimnya armada pengangkut dan kontainer sampah. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, armada pengangkut sampah yang masih beroperasi hanya berjumlah sekitar lima unit. Sementara itu, kontainer sampah hampir tidak tersedia di titik-titik strategis yang sebelumnya telah ditetapkan.
Kondisi ini menghambat upaya maksimal dalam pengelolaan sampah dan berpotensi menimbulkan penumpukan sampah di berbagai wilayah.
“Kami meminta Pemerintah Daerah segera menganggarkan pengadaan armada dan kontainer sampah tambahan, karena kebutuhan ini sangat mendesak untuk menunjang kebersihan dan kesehatan lingkungan,” ujar A. Darmawansa, tokoh masyarakat yang dikenal dengan sapaan Ancha Mayor,Selasa (22/04/2025)
Lebih lanjut, ia mendorong DPRD Sinjai untuk melakukan inspeksi lapangan atau menggelar rapat kerja dengan Pemerintah Daerah dan dinas terkait guna mengkaji jumlah armada yang beroperasi, tingkat kelayakan, serta kebutuhan aktual armada dan kontainer.
“Jangan katakan tidak ada anggaran, sebab masyarakat rutin membayar iuran sampah,” tambahnya.
Masyarakat berharap, perhatian terhadap pengelolaan sampah tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menyentuh akar persoalan melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai. (Awl)

