Kontainer Terguling Bermuatan Minyak Goreng Seakan Mendatangkan Rejeki Bagi Warga

Kontainer Terguling Bermuatan Minyak Goreng Seakan Mendatangkan Rejeki Bagi Warga

MAKASSAR, UPEKS.co.id –Truk Kontainer DD 8941 MW bermuatan minyak goreng, terguling di depan Universitas Negeri Makassar (UNM), di Jl AP Pettarani, Kecamatan Rappocini, kota Makassar, Kamis (24/10/2024).

Truk yang diketahui dikemudikan Ahmadi (29) ini, diduga kehilangan kendali saat rem blong dan mencoba menghindari kendaraan lain di depannya. Sehingga menabrak pagar Kampus UNM.

Bacaan Lainnya

Kasat Lantas Polrestabes Makassar, Kompol Mamat Rahmat mengatakan, saat ini pihaknya telah melakukan penanganan di lokasi. Hal itu dilakukan, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti kecelakaan lalu lintas.

“Untuk antisipasi kecelakaan lalu lintas, sampai saat ini masih dalam penanganan di pintu satu kampus UNM, “kata Kompol Mamat Rahmat, Kamis (24/10/2024) siang.

Melihat banyaknya tumpahan minyak di sepanjang jalan depan kampus UNM, Mamat mengimbau pengendara yang melintas untuk berhati-hati. Karena, tumpahan minyak tersebut mengakibatkan jalanan licin.

“Disampaikan kepada warga yang akan melintas di Jalan AP Pettarani, depan UNM, agar berhati-hati. Kami sementara memasang Road barrier agar tidak ada yang melintas di atas tumpahan minyak, “terang Mamat.

“Mengingat terjadi laka tunggal mobil kontainer yang bermuatan minyak goreng dan tumpahannya meluber ke jalan raya. Sehingga mengakibatkan jalan tersebut licin, masyarakat agar selalu berhati-hati,” imbuhnya.

Kecelakaan tunggal yang dialami truk kontainer tersebut, seakan musibah mendatangkan rejeki bagi warga. Seolah menjadi rejeki nomplok bagi sebagian warga kota Makassar. Banyak warga, terutama emak-emak mengambil tumpahan minyak tersebut.

Hasni (38), salah satu warga yang tinggal di Jl Pendidikan, terlihat sibuk mengumpulkan minyak yang tumpah. Meskipun demikian, Hasbiah mengaku baru mengetahui insiden ini setelah ditelepon kerabatnya.

“Terlambat ka datang saya, dari antar anakku di sekolah,” ucapnya, sedikit menyesal karena merasa kehilangan waktu berharga untuk mengumpulkan lebih banyak minyak.

Di sekitar lokasi, emak-emak lainnya juga tak mau kalah. Mereka membawa jirigen, ember, dan wadah apa saja yang bisa digunakan untuk menampung minyak.

“Ada tadi 25 jirigen nadapat, orang Jalan Pendidikan juga,” terangnya merujuk pada tetangganya yang cepat bertindak.

Di awal kejadian, situasinya tampak bebas. Warga berlomba-lomba mengumpulkan minyak sebelum polisi tiba di lokasi untuk mengamankan tempat kecelakaan.(Jay)

Pos terkait