PGP Makassar Angkatan 9 Gelar Lokakarya 7 dan Panen Raya Hasil Belajar

PGP Makassar Angkatan 9 Gelar Lokakarya 7 dan Panen Raya Hasil Belajar

MAKASSAR, UPEKS.co.id—Ruang Pola di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan menjadi saksi kemeriahan “Panen Hasil” dari Program Guru Penggerak (PGP) Angkatan 9 Kota Makassar yang sukses mengadakan Lokakarya 7 dan Panen Raya Hasil Belajar pada Minggu, (28/4/2024).

Lokakarya 7 ini berujuan untuk pengembangan diri dan inovasi pembelajaran, refleksi pembelajaran, berbagi praktik baik yang berdampak positif, dan mewujudkan aksi nyata yang berfokus pada peserta didik.

Bacaan Lainnya

Acara ini dibuka oleh Kepala BBGP Sulsel yang diwakili oleh Dartia, S.Si, M.Si. Dalam sambutannya, ia mengingatkan kembali bahwa tujuan dari program guru penggerak adalah memberikan kemampuan kepada guru penggerak melalui pendampingan, dengan tujuan akhirnya adalah meningkatkan pembelajaran bagi murid.

Ia juga menyampaikan bahwa lokakarya ini dilaksanakan secara serentak di 22 kabupaten/kota. Kota Makassar menjadi penerima kuota terbanyak calon guru penggerak (CGP), yaitu sebanyak 151 orang.

Lokakarya ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel yang diwakili oleh Hamrang, S.Pd., M.M. Dia memberikan apresiasi kepada CGP Angkatan 9 yang diisi oleh guru-guru hebat di Kota Makassar.

“Kota Makassar adalah benteng pendidikan di Sulawesi Selatan oleh karena itu, CGP Kota Makassar harus siap menjadi member penggerak, agen perubahan, agen transformasi pendidikan yang harus bergerak serta tergerak terhadap perubahan,” ujarnya.

Hamrang berpesan agar CGP menjadikan semua tempat adalah sekolah dan semua orang adalah guru. Guru terbaik bukanlah guru terhebat dan tercerdas. Guru terbaik adalah guru yang tidak pernah berhenti belajar dan mengajar.

“Jadilah guru terbaik bagi anak didik kita di sekolah dan menjadi guru yang disayangi. Apapun yang dilakukan harus berdampak terhadap anak didik kita sehingga mampu meningkatkan kualiats pembelajaran di sekolah,” ujarnya.

Acara ini berlangsung meriah karena dihadiri pula oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar yang diwakili oleh Bapak Dr, syamsul Bahri, pengawas bina, kepala sekolah PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB, para fasilitator, pengajar praktik, pengurus komunitas belajar dan tamu undangan. Acara ini diisi dengan senam guru penggerak yang merupakan bukti karya dari CGP Angkatan ini.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan pengalungan selempang sebagai tanda pengukuhan koordinator guru penggerak Kota Makassar oleh Bapak Hamrang, S.Pd., M.M. kepada Fahrul S.Pd., M.Pd.PGP Makassar Angkatan 9 Gelar Lokakarya 7 dan Panen Raya Hasil Belajar

Setelah itu dilakukan pengalungan serentak oleh seluruh CGP yang dilanjutkan pembacaan ikrar guru penggerak yang siap menjadi katalis perubahan pendidikan di Kota Makassar dengan menggerakkan komunitas belajar, menjadi pengajar praktik bagi guru lain, mengembangkan pembelajaran, membuka ruang diskusi positif dan ruang kolaborasi antarguru dan pemangku kepentingan, serta menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong lebih baik ekosisitem pendidikan.

Selanjutnya kegiatan ini diisi dengan penandatanganan komitmen bersama yang dilakukan oleh koordinator guru penggerak angkatan 9. Setelah itu ada sesi berbagi dari tiga CGP yaitu Bapak Syahrir dari UPT SPF SMPN 26 Makassar, Ibu Nurhikmah dari SMA Islam Athirah Bukit Baruga, dan Bapak Baharuddin dari SLB Negeri 1 Makassar.

Acara puncak yaitu kunjungan Kepala Dinas Pendidikan Prov. Sulsel, Kepala BBGP, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar dan tamu undangan ke stand-stand yang merupakan hasil karya yang dibuat dengan penuh cinta dan dedikasi dari CGP angkatan 9 ini. para pengunjung begitu terpukau dengan karya yang dipamerkan.

Acara ini juga diisi dengan refleksi dan testimoni yang dipandu oleh Ibu Asrianingsih yang merupakan pengajar praktik. Refleksi dan testimoni ini berasal dari CGP angkatan 9, koordinator pengajar praktik, koordinator guru penggerak angkatan 9, dan pengajar praktik. Mereka menyampaikan pengalaman yang dirasakan mulai dari lokakrya orientasi hingga lokakarya 7 ini, mereka berbagi dampak yang luar biasa dari program guru penggerak. (rls)